Cekcok dengan Donald Trump, Wartawan CNN Dilarang Masuk Gedung Putih

Cekcok tersebut terjadi pada saat konferensi pers yang telah berlangsung selama 90 menit di Gedung Putih.

Cekcok dengan Donald Trump, Wartawan CNN Dilarang Masuk Gedung Putih
Time Magazine
Trump saat cekcok dengan wartawan CNN, Jim Acosta. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK — Istana Kepresidenan Amerika Serikat (AS) mengeluarkan larangan bagi wartawan CNN bernama Jim Acosta masuk ke Gedung Putih usai cekcok mulut dengan Presiden AS, Donald Trump.

Cekcok tersebut terjadi pada saat konferensi pers yang telah berlangsung selama 90 menit di Gedung Putih.

Dilansir dari Washington Post (7/11/2018) awalnya Jim Acosta ingin menanyakan mengenai imigran dan penyelidikan intervensi Rusia.

Trump yang menolak untuk ditanya mengenai hal tersebut pun memberikan kesempatan lain kepada wartawan lain yang ingin bertanya, namun Jim Acosta tetap ingin menanyakan hal tersebut.

Petugas administrasi gedung putih, Sarah Huckabee pun mencoba menarik mikrofon dari Jim Acosta namun gagal.

“Saya tidak peduli apa pun tentang investigasi rusian karena itu hoax yang cukup. Taruh mikrofonnya,” ujar Trump.

Kemudian Trump berjalan menjauh dari microfon dan kembali lagi ke arah mikrofon dan meluapkan emosinya.

“Saya memberi tahu Anda, CNN akan malu dengan ini, seharusnya anda tidak bekerja untuk mereka, Anda adalah orang yang kasar. Cara kamu memperlakukan Sarrah Huckabee sangat mengerikan,” ungkap Trump.

Jim Acosta pun sempat duduk dan kembali berdiri untuk menyanggah namun percecokan kembali memanas.

Sekretaris Pers Sarah Sanders mengutip diblokirnya akses masuk Jim Acosta hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

"Bagaimanapun, kami tidak pernah mentolerir reporter menempatkan tangannya pada seorang wanita muda, yang tengah magang di Gedung Putih. Perilaku ini benar-benar tidak dapat diterima," ujar Sanders melalui keterangan tertulisnya.

"Hal itu juga tidak menghormati kolega wartawan untuk tidak memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pertanyaan," kata Sanders.

Jim Acosta pun menampik tuduhan tersebut melalui akun twitternya kalau tuduhan ia menaruh tangan di dada petugas administrasi Gedung Putih tidak benar.

"Ini bohong," tulisnya.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved