Washington Umumkan Sanksi terhadap Warga Rusia yang Lakukan Bisnis di Crimea

Pemerintah Amerika Serikat pada Kamis (8/11/2018) mengumumkan sanksi terhadap tiga orang dan 9 entitas atas intervensi Rusia di Ukraina.

Washington Umumkan Sanksi terhadap Warga Rusia yang Lakukan Bisnis di Crimea
Alexander NEMENOVA
Foto ilustrasi: Sebuah kendaraan melewati jembatan Crimean Road And Rail sepanjang 19 km di atas Selat Kerch yang menghubungkan Rusia Selatan dengan Semenanjung Krimea, Selasa, 15 Mei 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat pada Kamis (8/11/2018) mengumumkan sanksi terhadap tiga orang dan 9 entitas atas intervensi Rusia di Ukraina.

AS memperingatkan akan ada konsekuensi kegiatan bisnis di Crimea yang dianeksasi.

Melansir AFP, sanksi akan membekukan semua aset berbasis AS dan melarang transaksi keuangan dengan target termasuk mantan panglima pasukan rudal Rusia Vladmimir Zaritsky, yang juga memimpin proyek hotel di Crimea.

"Kami tetap berkomitmen untuk menargetkan entitas yang didukung Rusia, yang mencari keuntungan dari aneksasi ilegal dan pendudukan Rusia atas Crimea," kata Sigal Mandelker, Wakil Menteri Keuangan bidang teorisme dan inteligensi keuangan.

AS menerapkan sanksi kepada perusahaan Zaritsky yang ingin membeli tiga hotel di Crimea. Hotel itu dimiliki oleh negara Ukrania dan diambil alih usai aneksasi.

Baca: Rusia Tuding Ukraina Sengaja Tembak Jatuh Pesawat MH17 dengan Misil Bekas Uni Soviet

Selain itu, Mriya Resort and Spa juga mendapat sanksi dari AS. Hotel mewah itu dibuka di resor Yalta, sesaat setelah pencaplokan sehingga menjadi platform utama Rusia untuk menampilkan peluang investasi di Crimea.

Dalam situs resminya, hotel tersebut memiliki fasilitas pusat kesehatan dan dirancang berdasarkan konsep arsitek Inggris Norman Foster, yang membangun Stadion Wembley.

Kementerian Keuangan AS juga memberlakukan sanksi terhadap dua orang terkait masalah hak asasi manusia di Ukraina.

Mereka adalah Andriy Volodymyrovych Sushko, yang diidentifikasi sebagai petugas dari badan intelijen FSB, yang diduga menculik dan menyiksa seorang aktivis dari Tatar, Crimea.

Selain Sushko, Alexander Basov, juga mendapat sanski. Dia merupakan wakil kementerian keamanan negara di Republik Rakyat Luhansk yang tidak diakui secara internasional di timur Ukraina

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Terapkan Sanksi kepada Warga Rusia Terkait Bisnis di Crimea", 
Penulis : Veronika Yasinta

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved