BBC

Penistaan agama di Pakistan: Mereka yang terpaksa meninggalkan negara sendiri

Empat orang yang sudah melarikan diri dari Pakistan karena tuduhan penistaan agama menceritakan pengalamannya dan apa terjadi setelah tinggal

Kelompok minoritas agama dan para pegiat Pakistan yang mengecam militer negara itu, telah sejak lama mengkhawatirkan tuduhan penghujatan.

Secara hukum mereka dapat dihukum mati dan sejumlah orang yang dituduh menista dibunuh massa.

Hukum kontroversial tersebut kembali menjadi perhatian sejak Asia Bibi, perempuan Kristen, dibebaskan dari tuduhan itu.

Pengacaranya memperkirakan ibu empat anak dan keluarganya harus meninggalkan negara itu demi keamanan mereka.

Samia Khan berbicara dengan empat orang yang mendapatkan perlindungan di Inggris karena tuduhan yang sama.

'Kami mencintai negara kami, Pakistan adalah rumah kami'

John (bukan nama sebenarnya) adalah tokoh umat Kristen yang terlibat dalam dunia politik dan bekerja di sektor perbankan di Pakistan.

Kehidupannya berubah ketika anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun dituduh menghujat di sekolahnya karena dia tidak mau menjadi Muslim.

Lebih sepuluh tahun kemudian, dia tinggal di Inggris dengan istri dan kedua anak laki-lakinya, tetapi mereka tidak bisa melupakan tuduhan tersebut.

Pada mulanya mereka tinggal di dekat sebuah masjid di Birmingham, daerah yang disukai banyak Muslim Pakistan.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved