BBC

Hengkang dari Inter Milan, pengusaha Erick Thohir bergabung dengan klub Inggris Oxford United

Setelah tak lagi menjadi presiden klub Inter Milan, Erick Thohir bergabung dengan dewan direksi klub Liga Inggris, Oxford United.

Erick Thohir
Getty Images
Erick Thohir (kanan) bekerja sama dengan Frank de Boer (kiri) saat masih menjadi bos Inter Milan.

Setelah tak lagi menjadi presiden klub Inter Milan, pengusaha Indonesia, Erick Thohir, bergabung dengan dewan direksi klub Liga Inggris, Oxford United.

Pendiri perusahaan Mahaka Group itu mengatakan, "Jika saya bisa menyumbangkan pengalaman saya untuk membantu klub ini membangun masa depan maka ini adalah hal yang sangat baik untuk kita semua."

Erick Thohir mengaku alasannya bergabung dengan Oxford United—yang kini berlaga di League One alias divisi kasta ketiga Liga Inggris setelah Liga Primer dan Championship—tak lepas dari pengaruh presiden Oxford United, Sumrith 'Tiger' Thanakarnjanasuth.

"Saya telah mengenal Tiger sudah cukup lama dan begitu dia mengatakan ingin terlibat dengan Oxford United, saya tertarik mendukungnya," kata pria berusia 48 tahun itu, sebagaimana dikutip situs resmi Oxford United.

"Kebanyakan orang mengenal kotanya, namun saya juga tertarik dengan klub sepakbolanya. Saya mencari tahu sejarah klub. Berdiri sejak 125 tahun lalu menunjukkan bagaimana klub ini telah menjadi jantungnya Oxford dan para pendukung telah menjadi bagian dari pembangunan klub," sambungnya.

Sumrith Thanakarnjanasuth mengatakan bahwa dirinya yakin pada kemampuan Erick Thohir.

"Dia akan menjadi aset besar bagi klub sepak bola ini dan sekarang kami memiliki dewan direksi yang saya yakin bisa mengarahkan klub ini bergerak ke depan," ujarnya.

Dari 24 klub yang berlaga di League One, Oxford United berada pada peringkat ke-21 setelah hanya menang tiga kali dari 17 pertandingan.

Ingin fokus ke pilpres

Pada Oktober lalu, Erick Thohir menyerahkan jabatan presiden Inter Milan ke tangan Steven Zhang—anak Zhang Jindong, pemilik Suning Holdings Group, yang membeli saham Thohir dan mantan pemilik klub, Massimo Moratti, pada Juni 2016.

Erick sebelumnya memiliki 70% saham Inter melalui pembelian pada 2013 silam.

Saat tersiar kabar bahwa dia tak lagi menduduki jabatan di Inter Milan, Erick mengaku ingin lebih fokus sebagai tim kampanye Presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

"Ketika selesai Asian Games sekarang tiba-tiba dipercaya oleh seluruh pimpinan partai koalisi, Pak Capres dan Cawapres. Nah, ini kan amanah, amanah ini harus bener-bener dilaksanakan."

"Hal tentunya apa? Kita harus mengurangi kerjanya lagi, ya salah satunya tadi malam, ya pasti untuk presiden Inter Milan itu lebih baik dipegang oleh partner saya," ujar Erick kepada wartawan.

Erick Thohir kini masih memiliki saham klub DC United yang berkiprah di Major League Soccer Amerika Serikat serta klub bola basket AS, Philadelphia 76ers.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved