Deutsche Welle

Setelah Protes Luas, Presiden Perancis Emmanuel Macron Tunda Kenaikan Pajak BBM

Setelah aksi protes yang berujung kerusuhan, Presiden Emmanuel Macron memutuskan untuk menunda rencana kenaikan pajak BBM. Inilah…

Setelah Protes Luas, Presiden Perancis Emmanuel Macron Tunda Kenaikan Pajak BBM

Presiden Perancis Emmanuel Macron bereaksi terhadap aksi protes luas "rompi kuning" dan mengirim Perdana Menteri Edouard Philippe berbicara kepada publik, Selasa (4/12). Philippe mengumumkan penundaan pajak BBM dan kenaikan harga listrik lewat televisi.

Kenaikan pajak yang direncanakan untuk bensin dan solar pada tanggal 1 Januari mendatang ditangguhkan selama enam bulan, sementara kenaikan harga listrik dan gas akan dibekukan selama musim dingin.

Sebelumnya, aksi protes luas kelompok "rompi kuning", berujung pada kerusuhan, vandalisme, pembakaran mobil dan bentrokan di jalanan di pusat kota Paris yang mengakibatkan ratusan orang luka-luka. Empat orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan yang terjadi terkait aksi protes massal itu.

Presiden Macron selama berminggu-minggu, mencoba mempertahankan rencana kenaikan pajak bahan bakar, yang dimaksudkan untuk membiayai kebijakan perlindungan lingkungan dan penurunan polusi. Namun para pengritik mengecam kebijakan yang dianggap tidak adil dan memberatkan rakyat kecil. Gerakan protes kubu "rompi kuning" terus meluas dan makin keras. Tadinya pemerintah merencanakan kenaikan BBM tiga sen euro untuk satu liter bensin tanpa timbal dan enam sen untuk diesel.

Popularitas Macron anjlok

Pemerintah Perancis berharap, langkah kompromi itu bisa meredakan berbagai aksi protes. Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan, polisi tambahan akan dikerahkan Sabtu depan (8/12) untuk menjaga keamanan.

Sebuah jajak pendapat terbaru dari lembaga survei Ifop-Fidusia hari Selasa menunjukkan, popularitas Presiden Emmanuel Macron kini anjlok ke titik terendah pada kisaran sekitar 23 persen.

Emmanuel Macron tidak berkomentar tentang aksi protes itu serta penundaan kebijakannya. Dia mengunjungi kantor pemerintah lokal di pusat kota Puy-en-Velay, yang dibakar selama protes akhir pekan lalu.

Kebangkitan gerakan rompi kuning

Gerakan "rompi kuning" dinamai sesuai dengan rompi kuning yang biasa dipakai untuk situasi darurat di jalan raya dan tersedia di setiap kendaraan. Gerakan mula-mula muncul di media sosial pada bulan Oktober, setelah berbulan-bulan terjadi perdebatan sengit soal rencana kenaikan pajak bahan bakar dan kenaikan tarif listrik.

Gerakan itu dengan cepat berkembang menjadi aksi protes yang lebih luas terhadap Macron, yang dituduh hanya mewakili kalangan elit dan tidak paham tentang kesulitan masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Segera setelah meraih kekuasaan tahun 2017, Emmanuel Macron mendorong pemotongan pajak untuk wiraswasta dan warga berpendapatan tinggi. Ini sebuah "dosa besar" di mata para pengritiknya.

hp/as (afp, rtr, dpa)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved