BBC

Adopsi anak ilegal dari Indonesia dan negara lain: Belanda lancarkan penyelidikan

Belanda akan melancarkan pengusutan keterlibatan pejabat pemerintah dalam sejumlah kasus adopsi anak secara ilegalselama tiga dekade dari berbagai

Di Indonesia, adopsi banyak terjadi. Menurut Yayasan Mijn Root, pada rentang waktu antara 1978-1983 ada sekitar 3.000 anak Indonesia diadopsi ke luar negeri. Ada pula anak yang diadopsi secara resmi oleh sesama warga Indonesia, meskipun banyak anak yang diadopsi secara tidak resmi.

Adopsi dari Brasil

Sebagaimana dipaparkan media Belanda, NOS, kasus Patrick Noordoven terkuak setelah selama bertahun-tahun pria itu berupaya mencari tahu identitas orang tua kandungnya.

"Saya mulai mencari karena saya menerima lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban setelah saya bertanya siapa ibu saya," ujar Noordoven kepada NOS.

Sekira 1,5 tahun lalu, Noordoven kemudian menggunakan hak kebebasan informasi dalam menyampaikan keinginannya kepada pemerintah untuk membuka arsip negara soal proses adopsinya.

Setelah permintaan pertama tak membuahkan hasil, keinginan Noordoven terkabul pada permintaan kedua.

Dalam berbagai arsip yang dapat dia akses, Noordoven melihat ada puluhan kasus adopsi ilegal yang melibatkan pejabat-pejabat pemerintah Belanda.

Salah satu dokumen yang dilihatnya adalah akta kelahiran yang diduga palsu dan dikeluarkan oleh Konsulat Belanda tatkala dia diadopsi. Karenanya, Noordoven menuduh pihak konsulat ikut berkolusi. Dia juga mengritik pemerintah Belanda karena berupaya menutup-nutupi kasus tersebut.

Noordoven berharap penyelidikan itu bakal membawa kejelasan pada kasus-kasus lain.

Akan tetapi, lepas dari hasil penyelidikan pemerintah Belanda, Noordoven memutuskan untuk melayangkan tuntutan hukum kepada orang tua angkatnya. Dia menuduh mereka merahasiakan informasi penting sehingga dia sulit mencari informasi mengenai ibu kandungnya.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved