BBC

Penahanan putri pendiri Huawei: PM Kanada bantah ada motif politik

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam penahanan petinggi perusahaan telekomunikasi raksasa asal Cina,

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam penahanan petinggi perusahaan telekomunikasi raksasa asal Cina, Huawei.

Berbicara kepada para wartawan di Montreal, Trudeau mengaku pemerintah Kanada diberitahu tentang penahanan Meng Wanzhou beberapa hari sebelumnya, tapi Kanada tidak memainkan peranan.

"Saya dapat meyakinkan semua orang bahwa kami adalah negara (dengan) sistem hukum yang independen," tegas Trudeau.

Meng Wanzhou ditahan saat sedang transit di Bandara Vancouver, pada Sabtu (1/12), atas permintaan ekstradisi dari Amerika Serikat.

Penahanannya terjadi tatkala Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Cina, Xi Jinping, bertemu di Argentina dalam rangka KTT G-20. Saat itu keduanya menyepakati 'gencatan senjata' dalam 'perang dagang'.

Kabar mengenai penahanan Meng baru diungkap aparat Kanada pada Rabu (5/12), hati ketika dia menghadiri sidang pertama. Dalam sidang tersebut, dia mengajukan permohonan agar pengadilan tidak menyebarluaskan rincian kasusnya ke media. Permohonan itu kemudian dikabulkan oleh hakim pengadilan Kanada.

Oleh karena itu, dakwaan terhadap Meng tidak dirilis ke publik.

Pemerintah Cina mengecam penahanan Meng yang disebut pelanggaran hak asasi manusia. Adapun perusahaan Huawei menyatakan "tidak tahu apa kesalahan Meng".

Laporan-laporan awal mengindikasikan penahanan ini boleh jadi terkait dengan investigasi AS dalam kasus dugaa pelanggaran sanksi terhadap Iran.

Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, menolak berkomentar ketika ditanyai mengenai penahanan Meng.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved