Indonesia dan Monako Tandatangani LoI Kerja Sama Penelitian dan Konservasi Terumbu Karang

Indonesia juga menyuarakan konservasi terumbu karang dalam perhelatan Our Ocean Conference (OOC) di Bali, 29-30 Oktober 2018 lalu.

Indonesia dan Monako Tandatangani LoI Kerja Sama Penelitian dan Konservasi Terumbu Karang
ISTIMEWA
Penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan The Centre Scientifique De Monaco Of The Principality Of Monaco (Pusat Riset Monako). Dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Presiden Pusat Riset Monako, Patrick Rampal disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Menteri dalam Negeri Monako, Patrice Cellario, dan Wakil Menteri Luar Negeri Monako, Isabelle Rosabrunneto. 

TRIBUNNEWS.COM, MONAKO–Indonesia dikenal sebagai negara yang aktif dan vokal dalam upaya pelestarian terumbu karang dunia. Tak hanya bergabung dalam organisasi peduli terumbu karang International Coral Reef Initiative (ICRI) dan Coral Triangle Initiative on Coral Reef Fisheries and Food Security (CTI-CFF).

Indonesia juga menyuarakan konservasi terumbu karang dalam perhelatan Our Ocean Conference (OOC) di Bali, 29-30 Oktober 2018 lalu. 

Kini, komitmen tersebut kembali dipertegas dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan The Centre Scientifique De Monaco Of The Principality Of Monaco (Pusat Riset Monako).

LoI tentang Kerja Sama Penelitian dan Konservasi Terumbu Karang tersebut ditandatangani di sela Rapat Umum (General Meeting) ICRI di Monako, Kamis (6/12/2018) lalu, waktu setempat.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Presiden Pusat Riset Monako, Patrick Rampal disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Menteri dalam Negeri Monako, Patrice Cellario, dan Wakil Menteri Luar Negeri Monako, Isabelle Rosabrunneto.

“Tujuannya untuk melestarikan laut dan mewujudkan pengelolaan sumber daya hayati laut yang berkelanjutan,” ungkap Brahmantya usai penandatanganan LoI dalam pernyataannya yang disampaikan Lilly Aprilya Pregiwati, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri kepada tribunnews.com, Sabtu (8/12/2018).

Dijelaskan penandatangan LoI ini merupakan tindak lanjut salah satu hasil pertemuan bilateral Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Prince Albert II Monako pada penyelenggaraan OOC beberapa waktu lalu.

“Kita telah mengunjungi Pusat Riset Monako untuk membicarakan dan mempelajari lebih lanjut mengenai upaya-upaya pelestarian terumbu karang,” tutur Brahmantya.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi komitmen-komitmen yang telah disampaikan Indonesia di bawah kerangka United Nations Sustainable Development Goals (UNSDGs), sekaligus sebagai salah satu usaha untuk melaksanakan mandat United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Brahmantya mengatakan, ruang lingkup LOI ini dibuat berdasarkan pertimbangan kepentingan yang sama antara pihak tentang konservasi dan pemanfataan berkelanjutan terhadap lingkungan laut dan prinsip-prinsip umum pelaksanaan riset kelautan.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved