Marak Kasus Kekerasan, Kepolisian Jepang Perketat Pengawasan Pembelian Pedang Kayu

Kepolisian Jepang kini memperketat pengawasan terhadap pembelian pedang kayu sebagai oleh-oleh ataupun digunakan untuk berlatih bela diri kendo.

Marak Kasus Kekerasan, Kepolisian Jepang Perketat Pengawasan Pembelian Pedang Kayu
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Contoh pedang kayu Jepang, untuk berlatih Kendo atau untuk oleh-oleh. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM TOKYO - Kepolisian Jepang kini memperketat pengawasan terhadap pembelian pedang kayu sebagai oleh-oleh ataupun digunakan untuk berlatih bela diri kendo.

Hal ini dilakukan menyusul semakin banyaknya kasus tindak pidana menggunakan pedang kayu tersebut.

"Hati-hati kalau membeli pedang kayu Jepang bagi para turis. Warga Jepang juga sudah mulai dibatasi karena banyak kejadian kekerasan dan pidana menggunakan pedang kayu tersebut," ungkap seorang anggota kepolisian sumber Tribunnews.com, Selasa (1/1/2019).

Pembelian pedang kayu yang biasa dipakai untuk oleh-oleh atau untuk berlatih bela diri Kendo, baik di toko khusus maupun di toko oleh-oleh di Jepang, akan dilarang jika yang membelinya anak-anak.

"Kita perlu izin guru anak tersebut apabila ingin membeli pedang kayu ini," kata Inoue, seorang penjual pedang kayu (bokuto) di jejeran toko oleh-oleh Asakusa di Tokyo kepada Tribunnews.com.

Beberapa kejadian kini sedang dalam pengusutan polisi Jepang lantaran menggunakan pedang kayu sehingga membuat celaka orang lain.

Terakhir kejadian 24 Desember lalu seorang direktur federasi kendo Hokkaido (64) memukul dua pria. Akibatnya korban merasa kesakitan.

Pengurus kendo tersebut meminta maaf kepada masyarakat.

"Maaf sedalamnya salah satu pengurus kami telah membuat sesuatu yang tidak semestinya terjadi. Kami berusaha tidak akan terulang lagi terjadi kejadian serupa di masa mendatang," kata dia.

Tanggal 8 Maret 2018 sebanyak 16 anak-anak usia 15 hingga 17 tahun ditangkap polisi Osaka karena mereka memukuli mobil polisi menggunakan pedang kayu.

2 Agustus 2017 beberapa anak juga merusak 8 motor yang sedang diparkir di Osaka, dengan menggunakan pedang kayu mereka.

"Itu sebabnya kini apabila ada seseorang membeli pedang kayu, polisi akan sangat mengawasi. Terutama apabila membawa secara terbuka tidak dibungkus, ada kemungkinan polisi akan mendatangi si pembawa menanyakan maksud membawa pedang kayu tersebut dan mencari tahu identitas orang itu. Jadi hati-hatilah selalu, pengawasan semakin ketat," tambah sumber Tribunnews.com.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved