1 April 2019 Perdana Menteri Jepang Umumkan Nama Baru Pengganti Tahun Heisei

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan nama baru untuk tahun 2019 setelah Heisei, pada tanggal 1 April 2019 mendatang.

1 April 2019 Perdana Menteri Jepang Umumkan Nama Baru Pengganti Tahun Heisei
Takaki Kashiwabara
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan nama baru untuk tahun 2019 setelah Heisei, pada tanggal 1 April 2019 mendatang, sebulan sebelum Kaisar Baru Naruhito diangkat 1 Mei 2019.

"Kami punya ide untuk mengumumkan pada 1 April dari sudut pandang meminimalkan dampak pada kehidupan masyarakat yaitu nama baru untuk tahun Jepang nantinya," ungkap PM Jepang Shinzo Abe di Perfektur Mie, Jumat (4/1/2019).

PM Abe juga berdoa untuk kesejahteraan dan perkembangan negara yang lebih baik dan pergantian tahun Kekaisaran terasa lebih tegang dari sebelumnya.

"Putra mahkota akan naik tahta dilakukan pada 1 Mei. Era baru telah diputuskan dan diumumkan sejauh ini dalam amandemen, tetapi kali ini kami akan meminimalkan dampak pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu kami akan mengumumkannya pada 1 April 2019," kata Abe.

Baca: Sebuah Benda Terang Jatuh di Sejumlah Wilayah Jepang, Warga Menduga Batu Meteorit

Mengenai prosedur untuk menentukan era baru, dalam keputusan kabinet nantinya merevisi era pada 1 April, mengumumkan tata cara sesuai dengan prosedur biasa.

"Saya ingin memutuskan apakah akan memilih berdasarkan prosedur pada saat amandemen Heisei," kata Abe yang juga menyatakan gagasan untuk mengikuti prosedur pada saat revisi Heisei terakhir kali.

"Di Jepang, penuaan angka kelahiran mengalami penurunan pesat di Jepang, dihadapkan dengan masalah ini terkait keamanan nasional langsung yang ada di depan kita, untuk itu perlu reformasi segera,"
kata PM Abe.

Jepang juga akan memberikan pendidikan anak usia dini gratis dari Oktober ini, dan mulai April tahun depan akan memberikan pendidikan gratis anak-anak pada pendidikan tinggi yang benar-benar diperlukan dan membayar beasiswa yang cukup untuk mendapatkan manfaat, sekaligus menaikkan tarif pajak konsumsi.

"Kami akan mengambil lebih dari tindakan yang memadai untuk mengembalikan semua pajak konsumsi yang kami terima tahun ini kepada semua orang, dan akan membuat tren pemulihan ekonomi agar dapat lebih diandalkan," katanya.

PM Abe juga memajukan reformasi sistem ketenagakerjaan berdasarkan reformasi pekerjaan.

Informasi bekerja di Jepang dapat pula dimonitor lewat Facebook Kerja di Jepang (https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/)

"Kami kemudian akan mempertimbangkan untuk mereformasi sistem jaminan sosial secara umum seperti perawatan medis dan pensiun dan lainnya. Kami akan mengubah sistem jaminan sosial kami dari anak-anak menjadi generasi yang membesarkan anak, generasi yang aktif, Kami akan memperbarui diri untuk memastikan bahwa semua generasi dapat diyakinkan. Tahun ini kami akan memiliki awal yang kuat, jaminan sosial bagi semua generasi di tahun pertama," jelas Abe.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved