Enam Aturan Pokok Pemilihan Nama Baru Pengganti Tahun Heisei di Jepang

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah mengumumkan 1 April 2019 akan mengumumkan nama baru pengganti Tahun Heisei yang akan dimulai 1 Mei 2019.

Enam Aturan Pokok Pemilihan Nama Baru Pengganti Tahun Heisei di Jepang
Sankei
Saat pengumuman nama baru Tahun Heisei tanggal 8 Januari 1989 oleh Perdana Menteri Jepang, Keizo Obuchi (almarhum). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah mengumumkan 1 April 2019 akan mengumumkan nama baru pengganti Tahun Heisei yang akan dimulai 1 Mei 2019.

"Pengumuman satu bulan di muka agar semua pihak bisa mempersiapkan baik semua perubahan nama tahun tersebut dalam kehidupan sehari-harinya," ungkap PM Abe, Jumat (4/1/2019) usai mengunjungi Kuil Ise Jingu di Perfektur Mie bersama para anggota kabinetnya dalam kaitan pembukaan tahun baru 2019.

Persiapan satu bulan itu terkait banyak hal dalam kehidupan Jepang.

Misalnya kop surat biasanya menggunakan tahun Heisei harus diubah cetakan menjadi tahun yang baru tersebut.

Berbagai informasi, data dan pengarsipan harus mempersiapkan cetakan dengan nama tahun yang baru.

Di Jepang jarang orang menggunakan hanya tahun angka saja, misalnya "2019" saja.

Baca: 1 April 2019 Perdana Menteri Jepang Umumkan Nama Baru Pengganti Tahun Heisei

Banyak alasannya, salah satunya sebagai upaya pengamanan dan identifikasi materi itu benar dari Jepang.

Kalau orang biasa umumnya pakai angka saja "2019". Sedangkan orang Jepang menggunakan nama tahunnya, misalnya Heisei 30 (2018).

Untuk membuat nama tahun yang baru saat Kaisar baru mulai menunaikan tugasnya sebagai Kaisar, sudah ada ahli khusus yang bergelut di bidang penamaan tahun untuk Jepang ini.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved