Ketua Komisi Olimpiade Jepang Terjerat Tuduhan Korupsi 2 Juta Euros, Gubernur Tokyo Kaget

Takeda sendiri tetap membantah tuduhan resmi pihak kejaksaan Perancis tersebut dan berkeyakinan tidak melakukan kesalahan

Ketua Komisi Olimpiade Jepang Terjerat Tuduhan Korupsi 2 Juta Euros, Gubernur Tokyo Kaget
NHK
Tsunekazu Takeda (71) Ketua Komisi Olimpiade Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tsunekazu Takeda (71) Ketua Komisi Olimpiade Jepang dituduh kuat oleh kejaksaan Perancis bulan lalu melakukan suap (korupsi) sebesar 2 juta euros agar Tokyo dapat menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 dan Paralimpik 2020 tahun depan.

"Saya kaget sekali mendengar kabar itu. Kita lihat saja pengusutan kejaksaan Perancis lebih lanjur," papar Yuriko Koike Gubernur Tokyo yang juga jadi Pelaksana Olimpiade 2020 mendatang.

Takeda sendiri tetap membantah tuduhan resmi pihak kejaksaan Perancis tersebut dan berkeyakinan tidak melakukan kesalahan apa pun, apalagi menyuap seperti yang dituduhkan tersebut.

"Saya kerjasama baik dengan pihak kejaksaan Perancis tetapi saya tetap membantah keras melakukan korupsi apalagi menyuap orang Komisi Olimpiade Internasional (IOC)," papar Takeda Jumat ini (11/1/2019).

Tahun 2017 Takeda juga pernah diselidiki oleh kejaksaan Jepang tetapi tidak terbukti melakukan korupsi.

Uang korupsi ditransfer ke akun perusahaan Singapura Black Tidings sebelum Tokyo dianugerahi Olimpiade dan Paralimpik 2020.

Pemegang akun terikat erat dengan Papa Massata Diack, putra mantan Presiden Federasi Atletik Internasional, Lamine Diack, yang saat ini ditahan di Prancis dan menghadapi dakwaan korupsi.

Diduga pembayaran diarahkan ke Diack yang lebih tua, dengan otoritas di Prancis mencurigai korupsi atau pencucian uang oleh orang tak dikenal.

Tokyo, pemenang putaran pertama pemungutan suara 2020, mengalahkan Istanbul dengan 60 suara menjadi 36 dalam pemungutan suara kedua.

Sebuah tim investigasi, yang didirikan oleh JOC, menyukseskan Tokyo 2020 atas pembayaran kontroversial pada tahun 2016, menolak tuduhan bahwa uang itu digunakan sebagai suap karena Lamine Diack adalah anggota IOC yang memberikan suara pada saat pemungutan suara tahun 2013.

Komisi Etika IOC membuka kembali semua file terkait Olimpiade 2020 lalu mulai hari ini (11/1/2019) untuk diselidiki lebih lanjut kerjasama dengan penyidik Perancis.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved