Menteri Tenaga Kerja Jepang Minta Maaf Salah Hitung Gaji, Kekurangan Pembayaran 56,75 Miliar Yen

Kali ini kasus kekurangan pembayaran tunjangan pengangguran dan kompensasi kecelakaan kerja tersebut dialami oleh 19,73 juta orang.

Menteri Tenaga Kerja Jepang Minta Maaf Salah Hitung Gaji, Kekurangan Pembayaran 56,75 Miliar Yen
NHK
Menteri tenaga kerja dan kesehatan Jepang Takumi Nemoto (67) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri tenaga kerja dan kesehatan Jepang Takumi Nemoto (67) dalam jumpa persnya sore ini (11/1/2019) meminta maaf sedalamnya kepada masyarakat bahwa pihak kementeriannya melakukan kesalahan perhitungan statistik gaji karyawan sehingga kompensasi pembayaran tunjangan pengangguran dan kompensasi kecelakaan kerja kurang dibayarkan sebesar 56,75 miliar yen.

"Kami minta maaf atas kesalahan perhitungan statistik gaji tersebut sehingga kerugian banyak terjadi dan kami akan membayarkan lebih lanjut kekurangan tersebut dalam waktu dekat," papar Menteri Nemoto Jumat ini (11/1/2019).

Salah satu contoh diungkapkannya untuk Tokyo saja, seharusnya semua perusahaan pesar dengan gaji minimal bagi 500 orang di survei, ternyata yang di survei hanya sepertiganya saja sehingga terjadi salah perhitungan statistik.

Kesalahan data tersebut mengakibatkan salah hitung dan kurangnya pembayaran tunjangan pengangguran dan kompensasi kecelakaan kerja.

Nemoto mengatakan tim audit termasuk pengacara akan melanjutkan penyelidikan mengapa masalah itu terjadi, dan bahwa ia akan mempertimbangkan hukuman tergantung pada temuan.

Menteri Nemoto membantah tuduhan bahwa pihak kementeriannya telah menyembunyikan data secara sistimatis selama bertahun-tahun.

Menteri Nemoto berjanji tanggung jawabnya untuk mengawasi penyelidikan menyeluruh, menyusun langkah-langkah untuk mencegah terulangnya, dan membayar manfaat yang tepat untuk semua orang yang terkena dampak.

Dosen Universitas Hosei Mitsuko Uenishi mengungkapkan, "Kesalahan kementerian buruh tersebut paraj sekali karen amenyangkut banyak orang. Itu harus dipertanggungjwabkan dengan ketat dan pemikiran mereka tampaknya sangat manis sekali selama ini dalam menggunakan data, tak heran terjadi kesalahan hitung," kecamnya.

Masalah serupa salah bayar terjadi tahun lalu terhadap 1,3 juta orang, oleh Organisasi Pensiun Jepang.

Kali ini kasus kekurangan pembayaran tunjangan pengangguran dan kompensasi kecelakaan kerja tersebut dialami oleh 19,73 juta orang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved