BBC

Ratu kecantikan Aljazair, Khadija Ben Hamou, menyerang balik pengkritiknya yang bersikap rasis

Pemenang kontes kecantikan Miss Aljazair, yang baru saja dinobatkan, menyerang balik para pengkritiknya yang bertindak rasis kepadanya terkait

Pemenang kontes kecantikan Miss Aljazair, yang baru saja dinobatkan, menyerang balik para pengkritiknya yang bertindak rasis kepadanya terkait warna kulitnya.

"Saya tidak akan mundur karena orang-orang mengkritik saya," kata Khadida Ben Hamou kepada situs berita Aljazair, TSA.

Kecaman terkait warna kulitnya yang gelap, bentuk bibir, serta hidungnya, telah membanjiri Facebook dan Twitter.

Orang-orang Aljazair yang berkulit hitam acapkali menghadapi perlakuan diskriminasi di negara yang terletak dikawasan Afrika utara itu.

Ben Hamou, yang berasal dari Adrar di wilayah selatan Aljazair, mengatakan dia bangga dengan identitasnya dan kemenangan yang telah dia raih.

"Saya merasa terhormat atas capaian impian saya, dan saya merasa terhormat karena berasal dari Adrar, tempat dari mana saya berasal," katanya.

"Saya juga mendorong gadis-gadis di daerah saya untuk berpartisipasi dalam kompetisi jika mereka ingin melakukannya," tambahnya.

Menurut majalah mode Vogue, dia adalah perempuan berkulit hitam kedua - setelah Nassima Mokadem pada 2005 - yang memenangkan kontes kecantikan tahunan.

Ben Hamou mampu melalui 20 putaran dalam kontes kecantikan itu sebelum akhirnya berhasil dinobatkan sebagai Miss Aljazair 2019 pada Sabtu lalu.

Para pengkritiknya mengatakan dia tidak mewakili kecantikan ala Aljazair, tetapi dia menerima banyak dukungan dari orang lain di media sosial.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved