Mantan Bos Nissan Jepang Ghosn Dapat Kompensasi 1 Miliar Yen Tanpa Sepengetahuan Pemimpin Lain

Carlos Ghosn ternyata mendapat kompensasi satu miliar yen dari anak perusahaan bersama Nissan dan Mitsubishi Motors di Belanda.

Mantan Bos Nissan Jepang Ghosn Dapat Kompensasi 1 Miliar Yen Tanpa Sepengetahuan Pemimpin Lain
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pelukis (ilustrator) resmi pengadilan, Ishii, menggambar wajah Ghosn saat bersaksi, Selasa (8/1/2019) pagi di Pengadilan Tokyo. Wartawan tidak boleh mengambil foto apa pun saat Ghosn bersaksi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan bos Nissan Jepang, Carlos Ghosn (64) ternyata mendapat kompensasi satu miliar yen dari anak perusahaan bersama Nissan dan Mitsubishi Motors di Belanda tanpa sepengetahuan dua pemimpin produsen motor tersebut.

"Kami tidak tahu dan bahkan baru tahu saat ini, tak pernah dengar sebelumnya adanya kompensasi satu miliar itu kepada Ghosn dari anak perusahaan di Belanda," ungkap Hiroto Saikawa, CEO Nissan dan Osamu Masuko, CEO Mitsubishi Motors kepada pers.

Penemuan tersebut semakin menambah daftar kesalahan Ghosn sebagai pemimpin banyak perusahaan mobil baik Nissan Mitsubishi Motors maupun Renault.

Pihak kejaksaan juga mengungkapkan tuntutan baru, Jumat (11/1/2019) kepada Ghosn karena dianggap melanggar UU perusahaan, menyalahgunakan kekuasaan untuk membayarkan uang perusahaan guna keperluan pribadinya kepada temannya orang Arab.

Baca: Jenazah Deasy, Kepala Lab Perusahaan Pembibitan Mutiara Terapung di Kolam Pemeliharaan Buaya

Pihak kejaksaan mengungkapkan pengeluaran 1,28 miliar yen uang dari anak perusahaan Nissan ke teman Ghosn untuk meng-cover kerugian investasi pribadinya dalam permainan di pasar modal.

"Tak ada kaitan uang pribadi itu dengan uang perusahaan. Jelas ngawur apa yang dilakukannya tersebut," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (11/1/2019).

Pengacara Ghosn ingin memberikan jaminan uang agar Ghosn bisa ke luar penjara Selasa (15/1/2019) mendatang.

Saat ini masih menunggu keputusan pengadilan karena Ghosn ditakutkan kabur ke luar negeri tidak kembali dan juga menghilangkan bukti-bukti hukum yang ada.

Perusahaan Nissan telah melarang Ghosn kembali ke mansion rumahnya milik Nissan yang ada di Moto Azabu Minato-Ku Tokyo.

Rabu (9/1/2019) malam lalu tubuh Ghosn mengalami panas tinggi sehingga pihak kejaksaan membatalkan interogasinya kepada tersangka itu.

Namun kini sudah kembali pulih dan berat badan Ghosn turun 10 kilogram dalam penjaranya selama 55 hari ini.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved