BBC

Turki incar pemain basket NBA yang sebut Erdogan 'diktator'

Para jaksa Turki telah mengeluarkan surat penahanan internasional terhadap pemain bola basket NBA yang memperkuat New York Knicks, Enes Kanter.

Enes Kanter
EPA
Enes Kanter bergabung dengan New York Knicks pada September 2017

Para jaksa Turki telah mengeluarkan surat penahanan internasional terhadap pemain bola basket NBA yang memperkuat New York Knicks, Enes Kanter.

Sebagaimana dilaporkan sejumlah media Turki, para jaksa tersebut menuding Kanter memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata yang disebut berada di balik kudeta 2016 yang gagal.

Namun, Kanter, yang pernah menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai "diktator" menepis tuduhan para jaksa Turki.

Dalam unggahannya di Facebook, Kanter menulis: "Pemerintah Turki tidak bisa menghadirkan sekeping pun bukti kesalahan saya."

"Saya bahkan tidak pernah ditilang di AS. Saya selalu menjadi warga yang mematuhi aturan," tambahnya.

Sebelum para jaksa Turki merilis surat penahanan, Kanter absen memperkuat tim New York Knicks dalam pertandingan di London pada 17 Januari karena takut dibunuh oleh pendukung Erdogan.

"Ada kemungkinan saya dibunuh di sana," ujarnya saat itu.

Recep Tayyip Erdogan, Fethullah Gulen
Getty Images
Seorang demonstran antipemerintah di Turki mengusung spanduk yang menampilkan foto Presiden Erdogan dan Fethullah Gulen

Kanter dikenal sebagai sosok yang terang-terangan menentang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Atlet keturunan Turki itu merujuk Erdogan sebagai "Hitler abad kita".

Kanter memihak Fethullah G├╝len, seorang cendekiawan muslim yang dituduh Erdogan mendalangi kudeta militer pada 2016 yang gagal.

Bahkan, Kanter secara berkala mengunjungi Gulen di rumahnya di Pennsylvania, AS.

Sikap Kanter bukan tanpa konsekuensi.

Pada 2017, ayah Kanter, Mehmet, ditahan di Turki dan dituduh menjadi anggota kelompok teroris. Di tahun yang sama, pemerintah Turki mencabut paspor Kanter sehingga dia harus menyingkat perjalanan ke Romania dan kembali ke AS.

Kanter menduga insiden penahanan orang tuanya merupakan cara pemerintah Turki untuk menekannya.

Kanter kini adalah penduduk tetap AS dan bakal mendapat kewarganegaraan AS dalam dua tahun mendatang.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved