Sukses Mengobati Penyakit Kulit Putrinya, Mari Noboritate Produksi Obat Skin Care di Jepang

Mari menemukan ramuan alami yang menggunakan ubi bit merah sehingga bisa menciptakan obat yang sudah dipatenkan sejak 2006 setelah selesai diuji coba.

Sukses Mengobati Penyakit Kulit Putrinya, Mari Noboritate Produksi Obat Skin Care di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Mari Noboritate, CEO dan Owner Abyssal Japan Co.Ltd. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bersumber dari ubi bit merah yang banyak di Hokkaido, Mari Noboritate, CEO dan Owner Abyssal Japan Co.Ltd. berhasil menyembuhkan atopi, penyakit kulit anak perempuannya.

"Anak saya sekarang tambah cantik dan sehat dengan menggunakan obat yang saya buat sendiri," kata Mari kepada Tribunnews.com, Jumat (8/2/2019).

Sebelumnya Mari bekerja di Amerika Serikat. Namun kesehatan anaknya jadi nomor satu sehingga Mari pulang ke Jepang lagi dan merawat anaknya dengan baik.

Hingga akhirnya Mari menemukan ramuan alami yang menggunakan ubi bit merah sehingga bisa menciptakan obat yang sudah dipatenkan sejak 2006 setelah selesai diuji coba di Jepang.

Usahanya dimulai Juni 2004 di Kure kota pelabuhan di Hiroshima. Namun sejak April 2009 dipindahkan ke Hokkaido.

"Karena di Hokkaido sumber bahan dasar untuk pembuatan skin care tersebut adanya paling banyak di sana, sehingga akhirnya saya pindahkan usaha dari Hiroshima ke Hokkaido," kata dia.

Baca: Pengusaha Toko Obat Satsudora di Jepang, Hidemobu Ouchi Pernah Gagal Berbisnis di Malaysia

Produksi skin care tersebut bahkan mendapat penghargaan dari Sekretaris Negara dan dari METI (Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri) Jepang serta dari berbagai pihak.

Produknya dengan merek Abyssal memperindah kulit menghilangkan bercak-bercak pada kulit dan menyembuhkan atopi seperti yang digunakannya kepada anaknya.

"Kita baru saja membuat situs online sehingga pembelian bisa dilakukan lewat online dan akan kami kirimkan ke berbagai negara nantinya," kata dia.

Upayanya memasarkan produknya ke Indonesia juga mendapat perhatian besar karena jumlah masyarakat yang sangat banyak di Indonesia mencapai 260 juta orang.

"Iya Indonesia populasinya besar sekali, pasar yang bagus," katanya.

Selain berbisnis, Mari juga menyumbangkan obat-obatannya kepada korban gempa bumi di Tohoko tanggal 11 Maret 2011 dan juga korban bencana alam lain di Jepang.

Termasuk pula memberikan bantuan dana kepada anak-anak serta para lansia agar terbantu kehidupan mereka.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved