China Bantah Pasang 250 Mata-mata di Ibu Kota Uni Eropa

Pada 11 Januari, polisi di Polandia menangkap direktur penjualan Huawei dan warga negara Polandia Wang Weijing atas tuduhan mata-mata.

China Bantah Pasang 250 Mata-mata di Ibu Kota Uni Eropa
CURBED
Markas besar Uni Eropa di Brussels. Di kawasan ini, Uni Eropa menduga China menempatkan ratusan mata-matanya. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Pemerintah China membantah laporan media Eropa yang menyebut negara tersebut memiliki ratusan mata-mata yang ditugaskan di Brussels yang merupakan ibu kota de facto Uni Eropa.

Sebelumnya saluran televisi Jerman, Welt melaporkan bahwa sejumbah diplomat dan pejabat militer Uni Eropa telah diperingatkan terkait adanya 250 agen mata-mata Tiongkok di kota tersebut.

Dilansir dari South China Morning Post, laporan tersebut berasal dari informan European External Action Service (EEAS), yang merupakan bagian dari Uni Eropa. Pihak China sendiri telah membantah laporan tersebut.

"Kami sangat terkejut dengan laporan yang tidak berdasar tersebut," kata pernyataan misi China untuk Uni Eropa di situs webnya. "China selalu menghormati kedaulatan semua negara, dan tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain," lanjut pernyataan tersebut.

Beijing disebut terus berkomitmen untuk menjaga hubungan yang sehat dan stabil dengan Uni Eropa. Dengan begitu semua pihak disebut harus memperlakukan hubungan China dan Uni Eropa secara objektif dan adil.

Baca: Makan Siang di Rest Area KM 166 Tol Cipali, Sandiaga Uno Ungkap Penurunan Pengguna Jalan Tol

"Dan tidak membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab," teas pernyataan tersebut.

Menurut laporan Welt, sebagian besar mata-mata menjalankan aksinya di dalam kedutaan atau unit perusahaan lokal yang berbasis di negara asal mereka.

Para diplomat bahkan disarankan untuk menghindari kawasan tertentu di Brussels. Termasuk restoran steak dan kafe yang berjarak cukup dekat dengan kantor Komisi Eropa dan EEAS.

Baca: Pelemahan Rupiah Berlanjut, Tembus Level Rp 14.000 Per Dollar AS

Klaim Uni Eropa ini adalah yang bagian terbaru dalam gelombang tuduhan spionase yang dilakukan terhadap Beijing.

Pada hari Jumat, kedutaan besar Tiongkok di Vilnius membalas apa yang disebutnya tuduhan "konyol" tentang mata-mata yang dibuat oleh Lithuania.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved