KBRI Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Sidik Jari 2 WNI yang Diduga Jadi Korban Mutilasi di Malaysia

Ia menyakinkan, KBRI Kuala Lumpur terus mengawal penanganan kasus mutilasi ini sampai menemui kepastian secara resmi

KBRI Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Sidik Jari 2 WNI yang Diduga Jadi Korban Mutilasi di Malaysia
tribunnews.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan rekam data sidik jari, terkait dugaan 2 WNI yang menjadi korban mutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Data sidik jari itu telah diberikan kepada Polis Diraja Malaysia (PDRM), setelah PDRM mengambil sampel DNA dari kedua keluarga WNI yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

"Data sidik jari telah dikirim ke Indonesia untuk proses pencocokan sidik jari WNI," ujar Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron Ambary, saat dihubungi Tribun, Senin (11/2/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihak PDRM masih terus berupaya untuk mengidentifikasi kedua jenazah yang ditemukan pada tanggal 27 Januari 2019 di Sungai Buloh.

Baca: Survei: 74 Persen Konsumen Tak Senang Tarif Ojol Naik

"Tentu bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur," tutur dia.

Ia menyakinkan, KBRI Kuala Lumpur terus mengawal penanganan kasus mutilasi ini sampai menemui kepastian secara resmi bahwa kedua korban adalah WNI.

"KBRI Kuala Lumpur akan memberikan bantuan pelindungan yang diperlukan secara maksimal meliputi penanganan jenazah korban dan tindak lanjut penanganan hukum atas kasus ini," terang Yusron.

Diketahui sebelumnya, sejumlah media massa di Malaysia memberitakan, kepolisian setempat mengumumkan penemuan dua mayat di pinggir sungai.

Dua korban ditemukan tanpa kepala dan kaki.

Korban yang terdiri dari jasad laki-laki dan perempuan disebut-sebut menjadi korban pembunuhan dan kemudian dibuang ke sungai.

Sejauh ini otoritas Malaysia telah menahan dua orang dan terus melakukan pemeriksaan.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved