BBC

Ratusan mobil mewah eks KTT APEC raib di Papua Nugini

Polisi mengatakan pada hari Selasa bahwa tak kurang dari 284 mobil mewah hilang, di antaranya adalah Landcruiser, Ford, Mazda dan Pajero.

Polisi di Papua Nugini berusaha menemukan hampir 300 mobil mewah, yang dipinjamkan ke sejumlah pejabat saat KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun lalu.

Kendaraan mewah ini diimpor untuk dipakai oleh para pemimpin saat menggelar pertemuan di negara tersebut.

Tetapi komandan polisi mengatakan pada hari Selasa (12/02) bahwa 284 kendaraan hilang.

Di antaranya adalah Landcruiser, Ford, Mazda dand Pajero, kata Superintendent Dennis Corcoran.

Unit khusus polisi telah dibentuk untuk menemukannya di ibu kota Papua Nugini, Port Moresby.

"Terdapat 284 kendaraan yang diberikan kepada para personil untuk digunakan saat APEC yang masih belum dikembalikan," kata Dennis Corcoran kepada kantor berita Reuters.

Untungnya kendaraan paling mahal - Maseratis senilai lebih dari US$100.000 atau Rp1,4 miliar - telah ditemukan, tambah pejabat itu.

"Semua dari 40 Maserati dan tiga Bentley dalam keadaan sangat baik dan terkunci di dalam sebuah gudang dermaga tua di dermaga utama," katanya.

Menurut polisi, sembilan dari mobil yang hilang telah dicuri, dan suku cadang sebagian telah diambil.

Yang lainnya dikembalikan dalam keadaan "lumayan rusak".

Banyak penduduk setempat mengecam pembiayaan KTT.
EPA
Banyak warga setempat mengecam pembiayaan KTT.

Para pemimpin negara Pasifik Selatan berharap konferensi dunia itu akan menarik perhatian penanaman modal dan menarik perhatian dunia kepada negara tersebut.

Tetapi menjadi tuan rumah peristiwa itu telah membebani sumber daya negara sehingga memerlukan bantuan dari negara-negara lain.

Australia, Amerika Serikat dan Selandia Baru semuanya mengirimkan pasukan khusus untuk memastikan keamanan delegasinya.

Saat itu, baik media maupun para pegiat mempertanyakan apakah masuk akal bagi negara Pasifik miskin untuk menjadi tuan rumah peristiwa dunia seperti KTT APEC.

Para pengecam memandang ratusan kendaraan resmi ini adalah simbol pemborosan pemerintah.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved