Kejaksaan Perancis Mulai Mencium Kesalahan Mantan Bos Nissan Jepang Carlos Ghosn

Pihak kejaksaan Perancis mulai mencium kejanggalan yang dilakukan mantan bos Nissan Jepang, Carlos Ghosn terhadap keuangan produsen mobil Renault.

Kejaksaan Perancis Mulai Mencium Kesalahan Mantan Bos Nissan Jepang Carlos Ghosn
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Carlos Ghosn (65), mantan Chairman Nissan Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pihak kejaksaan Perancis mulai mencium kejanggalan yang dilakukan mantan bos Nissan Jepang, Carlos Ghosn (65) terhadap keuangan produsen mobil Renault Perancis.

"Hal ini diketahui setelah NHK mewawancarai khusus pihak kejaksaan Perancis, Senin 11 Maret 2019," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (12/3/2019).

Kejanggalan tersebut diungkapkan kejaksaan Perancis kepada NHK.

Kepada NHK, Kejaksaan Perancis menyebut bahwa bulan Oktober 2016 lalu saat Ghosn menikah dengan Carol di Istana Versailles, dilakukan dengan sangat mewah, ternyata bukan gratis tetapi bayar sedikitnya 50.000 Euro.

Menurut penuturan Pengacara Ghosn warga Perancis tanggal 8 Februari 2019, penggunaan istana tersebut yang diketahuinya adalah cuma-cuma alias tidak membayar sepeser pun.

Baca: Polisi Bakar Benda Mirip Jenglot yang Meresahkan Warga Pantai Gilimanuk

Atas dasar itulah pihak Kejaksaan Perancis membuat penyelidikan 28 Februari 2019 dan ternyata ketahuan adanya pembayaran uang 50.000 Euro untuk menggunakan Istana tersebut.

"Ghosn telah menyalahgunakan dana perusahaan Renault dan menggunakannya untuk memakai keperluan pribadinya tersebut," ungkap pihak kejaksaan Perancis kepada NHK.

Saat ini Ghosn masih dalam tahanan rumah (di luar tahanan kejaksaan) dengan kamera CCTV dan dijaga petugas kejaksaan berpakaian preman di sekitarnya, agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum kembali dan atau merusak bukti-bukti perbuatannya di masa lalu.

Belum diketahui kapan Ghosn akan melakukan jumpa pers, kemungkinan dalam waktu dekat ini sekitar akhir Maret 2019 ini.

Ghosn dibebaskan dengan dana jaminan satu miliar yen tanggal 6 Maret 2019 dengan cara menyamar seperti petugas penjara.

Dia ke luar menggunakan van mini Suzuki menuju kantor pengacaranya dengan sengaja berputar-putar dulu dalam kurun waktu satu setengah jam.

Padahal sebenarnya bisa ditempuh tak sampai satu jam dari penjara kejaksaan ke kantor pengacara tersebut.

Selama dua minggu sampai dengan 20 Maret 2019, Ghosn akan dapat pengawasan sangat ketat dari pihak kejaksaan.

Dan setiap waktu Ghosn bisa dipanggil dan dipenjarakan kembali dengan tuduhan lain apabila bukti baru ditemukan pihak Kejaksaan Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved