Deutsche Welle

Greta Thunberg: Remaja Swedia, Aktivis Iklim, dan Pemenang Nobel?

Greta Thunberg bersama ribuan murid sekolah lainnya berkampanye di depan gedung parlemen Swedia. Kampanye ini adalah bagian dari kampanye…

Greta Thunberg: Remaja Swedia, Aktivis Iklim, dan Pemenang Nobel?

Greta Thunberg, remaja aktivis lingkungan, bersama ribuan murid sekolah lainnya berkampanye di depan gedung parlemen Swedia, Jumat (15/3) pagi. Kampanye ini merupakan bagian dari kampanye global mogok sekolah terhadap lambannya penanganan perubahan iklim. Salah satu spanduk yang dibawa murid sekolah ini bertuliskan: "Kamu tidak bisa menyuap iklim,” spanduk dihiasi dengan koin bernominal 20 Krone Norwegia. Aksi mogok ini terinspirasi dari sosok Thunberg, yang memang aktif bersuara perihal perubahan iklim. Panita kampanye mengatakan kampanye serupa direncanakan akan berlangsung di lebih dari 2000 kota pada 123 negara.

Dia menuliskan dalam cuitannya: "Perkembangan terakhir: 2.052 lokasi pada 123 negara di seluruh benua, termasuk di Antartika. Pertanyaannya: Apa yang kamu lakukan di hari Jumat?”

Thunberg dinominasikan untuk raih Nobel Perdamaian. Pendaftaran dirinya sudah dilakukan sebelum akhir Januari lalu dan pengumuman pemenang Nobel Perdamaian akan diumumkan pada 11 Oktober mendatang. Hal ini disampaikan oleh salah seorang anggota parlemen dari sayap kiri Freddy Andre Ovstegard kepada AFP, "kami telah mengajukan nama Greta Thunberg karena jika kami tidak melakukan sesuatu untuk menahan perubahan iklim maka akan lebih banyak peperangan, konflik dan pengungsi.”

"Greta Thunberg telah menggerakkan masa yang menurut saya merupakan sebuah kontribusi besar untuk perdamaian,” tambahnya.

"Ini sungguh sebuah kehormatan besar dan saya senang dinominasikan untuk penghargaan sebesar ini,” ujar Thunber ke pada media asal Swedia, Aftonbladet. "Rasanya seperti tidak nyata dan sedikit aneh,” lanjut Thunberg.

Enam bulan lalu tidak ada yang kenal Thunberg, ketika gadis berusia 15 tahun ini berkemping di luar gedung parlemen Swedia dengan papan bertuliskan tangan: "MOGOK SEKOLAH DEMI IKLIM”

Sejak saat itu sosoknya mendunia, memukau banyak anak muda yang kecewa pada orang dewasa atas lambannya penanganan perubahan iklim.

Hari Jumat (15/3), ribuan murid sekolah berdemonstrasi di lebih dari 100 negara. Para aktivis melihat aksi ini sebagai momen bersejarah yang lahir dari akar rumput untuk menekan para pimpinan dunia berbuat lebih banyak bagi lingkungan.

Menurut data Nobel Institute, telah ada sebanyak 304 orang dan organisasi yang dinominasikan untuk Nobel Perdamaian tahun ini.

Sudah lebih dari 50 tahun ini Nobel Foundation simpan rapat daftar nominator mereka. Ribuan orang, termasuk anggota parlemen dan kabinet dari seluruh dunia dinominasikan. Penerima hadiah Nobel sebelumnya, juga profesor berhak mengajukan nama untuk dinominasikan.

ga/yp (DPA/AFP)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved