Penembakan di Selandia Baru

Pelaku Teror di Selandia Baru Tuliskan Beberapa Nama Orang di Senjatanya, Siapa Saja Mereka?

Beredar foto yang diduga senjata laras panjang milik Brenton Tarrant, pembantai puluhan orang di Masjid Selandia Baru.

Pelaku Teror di Selandia Baru Tuliskan Beberapa Nama Orang di Senjatanya, Siapa Saja Mereka?
ISt
Senjata penembakan di Selandia Baru 

TRIBUNNEWS.COM - Beredar foto yang diduga senjata laras panjang milik Brenton Tarrant, pembantai puluhan orang di Masjid Selandia Baru.

Dalam foto yang beredar tersebut, senjata pelaku dipenuhi banyak tulisan menggunakan tinta putih.

Antara lain bertuliskan "Refugees Welcome to Hell" atau pengungsi selamat datang di neraka

Selain itu Brenton juga menulis sejumlah kata yang merupakan nama orang kontroversial. Siapa saja mereka? Di antaranya adalah tiga orang ini: 

Baca: Modus Pelaku Pencurian Motor Ini Kecoh Korbannya

1. Anton Lundin-Pettersson. Pria ini adalah pelaku penyerangan sebuah sekolah yang dihuni banyak anak-anak imigran di Swedia karena alasan rasis. Dalam penyerangan tersebut, Anton menewaskan seorang guru dan siswa.

2. Alexandre Bissonette. Bissonnette merupakan pelaku penembakan masjid di Quebec, Kanada, pada 2017 yang menewaskan enam orang dan lima orang lainnya.

3. Skanderbeg. Tokoh yang paling terkemuka dalam sejarah Albania. Ia juga dikenal sebagai "Naga Albania" dan merupakan pahlawan nasional bangsa Albania. Ia dikenal juga karena perlawanannya melawan Kekaisaran Utsmaniyah atau Ottoman.

Selain soal nama-nama kontroversial yang ditulis Brenton, senjata yang digunakan diduga adalah AR 15, senjata modifikasi dari M16 yang merupakan standar militer atau polisi.

Polisi telah menahan tiga pria dan seorang wanita, setelah pelaku menembak para jamaah dengan senjata semi-otomatis, ketika mereka sedang berkumpul untuk Salat Jumat.

Dikutip Wartakotalive.com dari couriermail.com.au, pria bersenjata itu dikonfirmasi bernama Brenton Tarrant (28), yang sebelumnya diketahui menulis manifesto setebal 73 halaman yang menyatakan niat jahatnya.

Polisi Kontra-terorisme NSW kini menyelidiki latar belakang pelaku, setelah pria asal Grafton, New South Wales, Australia itu, diidentifikasi sebagai penembak.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved