Ada Paket 'Mencurigakan' Pasca Teror Di Christchurch, Bandara Dunedin Ditutup Sementara

Informasi tersebut masih simpang siur karena paket itu dilaporkan berada di lapangan terbang dan di dalam navigasi keluar gedung.

Ada Paket 'Mencurigakan' Pasca Teror Di Christchurch, Bandara Dunedin Ditutup Sementara
NZ HERALD
Bandara Dunedin di Selandia Baru 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, CHRISTCHURCH - Bandara Dunedin di Selandia Baru untuk sementara ditutup, setelah ditemukannya paket mencurigakan.

Namun informasi tersebut masih simpang siur karena paket itu dilaporkan berada di lapangan terbang dan di dalam navigasi keluar gedung.

Kepolisian setempat dan tim penjinak bom pun telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengetahui apa yang ada dalam paket tersebut.

Menurut radio RNZ Selandia Baru, dampak dari ditutupnya bandara, dua jadwal penerbangan telah mengalami penundaan.

Baca: Kisah Dramatis Penyelamatan Bayi 5 Bulan yang Terjebak di Kolong Rumah Oleh Anggota Yonif RK 751/VJS

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (17/3/2019), insiden tersebut terjadi saat layanan darurat negara itu dalam keadaan siaga tinggi setelah serangan brutal yang terjadi di dua masjid yang terletak di kota Christchurch, South Island, pada Jumat lalu.

Penembakan brutal itu mengguncang kota tersebut lantaran menewaskan 50 orang dan melukai puluhan lainnya.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pun menyebut aksi penembakan tersebut sebagai tindakan terorisme dan mengatakan bahwa momen itu merupakan 'hari paling kelam' dalam sejarah negara tersebut.

Sebanyak tiga orang ditahan setelah serangan itu, termasuk diantaranya Brenton Tarrant, seorang pemuda warga negara Australia berusia 28 tahun.

Tarrant telah menjelaskan motif serangannya yang mengacu pada pandangan negatifnya terhadap migran dan Muslim dalam sebuah manifesto yang diterbitkan sebelumnya dan dikirimkan ke kantor Perdana Menteri Ardern.

Kemudian pada Sabtu kemarin waktu setempat, pengadilan di Selandia Baru memutuskan untuk mengembalikan Tarrant ke tahanan hingga 5 April mendatang.

Sementara itu polisi setempat mengatakan bahwa mereka mengharapkan dakwaan lebih lanjut untuk segera disangkakan kepada Tarrant.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved