Penembakan di Selandia Baru

Erdogan Kutuk Penembakan yang Tewaskan Puluhan Orang di Selandia Baru

"Saya mengutuk keras serangan teror terhadap Masjid Al Noor dan Linwood di Selandia Baru serta jamaah muslim di sana," kata erdogan

Erdogan Kutuk Penembakan yang Tewaskan Puluhan Orang di Selandia Baru
Mark Mitchell
Brenton Tarrant yang diduga menjadi pelaku aksi penembakan brutal pada dua masjid di Christchurch, South Island, Selandia Baru. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu kemarin, mendesak pemerintah Selandia Baru untuk segera memberikan keadilan kepada para korban serangan di dua masjid di kota Christchurch, South Island, Selandia Baru.

Recep Tayyip Erdogan meminta agar hukuman ditegakkan bagi tersangka pelaku penyerangan tersebut.

Baca: Lima Jam Bersembunyi, Ini Kesaksian WNI Lolos dari Serangan Teror di Masjid Selandia Baru

Dikutip dari laman Australian Herald, Minggu (17/3/2019), dalam cuitan melalui akun Twitternya, Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan yang terjadi pada Jumat siang menjelang sore itu.

"Saya mengutuk keras serangan teror terhadap Masjid Al Noor dan Linwood di Selandia Baru serta jamaah muslim di sana, semoga Allah mengampuni para korban dan memberikan pemulihan cepat bagi mereka yang terluka."

Recep Tayyip Erdogan menggambarkan insiden itu sebagai bentuk 'pembantaian'.

Kantor berita Turki Anadolu pun mengutip pernyataan Erdogan yang mengecam pelaku penyerangan, Brenton Tarrant.

Brenton Tarrant diketahui telah mengirimkan email manifesto sebanyak 87 halaman ke Kantor Perdana menteri Selandia baru Jacinda Ardern, sesaat sebelum melakukan serangan pada dua masjid di Christchurch.

Di dalam maninfesto itu, Brenton Tarrant diduga menyebutkan pula tentang serangan tersebut.

Kunjungan yang dilakukan pemuda berusia 28 tahun itu ke Istanbul, Turki beberapa waktu lalu serta penyebaran ide-ide anti-migran dan anti-Muslim juga menjadi bagian dari data tersebut.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved