BBC

'Serangan teror' di dua masjid Selandia Baru: 'Seorang WNI meninggal dunia'

Suara tembakan terdengar dekat sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru, dalam kejadian yang disebut kepolisian sebagai "insiden kritis".

Seorang warga negara Indonesia atas nama Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid dipastikan meninggal dunia akibat aksi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3).

Kepastian tersebut diperoleh pada Sabtu (16/3) sore, dari pengurus Masjid Al Noor, Christchurch.

"Segera setelah memperoleh kepastian tersebut, Menlu Retno berbicara langsung dengan Ibu Nina, istri almarhum. Dalam pembicaraan telepon tersebut, Menlu Retno menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam pemerintah Indonesia atas meninggalnya almarhum.

"Menlu Retno juga menyampaikan bahwa Pemerintah, melalui Duta Besar RI, akan memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan," sebut keterangan Kemlu RI.

Sejauh ini dilaporkan terdapat sekitar tujuh WNI yang berada di kedua masjid saat terjadi peristiwa tersebut. Sebanyak empat orang telah dinyatakan selamat, dua orang luka yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit, dan satu orang meninggal dunia.

christchurch
Reuters
Aparat keamanan Selandia Baru menghalau warga yang mendekti Masjid Al Noor di Christchurch.

Dua WNI yang mengalami luka merupakan ayah dan anak, sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri RI.

"Terdapat dua WNI, ayah dan anak, yang terkena tembak di masjid. Kondisi ayah saat ini di ICU dan anak dirawat di ruang biasa di rumah sakit yang sama, yaitu Christchurch Public Hospital.

"KBRI Wellington terus berkordinasi dengan otoritas setempat, kelompok WNI dan rumah sakit di Christchurch," papar Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat 331 WNI di Christchurch, termasuk 134 mahasiswa.

Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat penembakan di dua masjid telah bertambah menjadi 49 orang.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved