Menteri Jepang Persilakan Orang Tua Beli Kupon Belanja Sebelum Kenaikan PPN Oktober 2019

Menteri Toshimitsu Motegi mempersilakan orang tua membeli kupon belanja sebelum 30 September 2019 untuk mengirit pengeluaran.

Menteri Jepang Persilakan Orang Tua Beli Kupon Belanja Sebelum Kenaikan PPN Oktober 2019
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Contoh Kupon Belanja Premium terbitan pemerintah yang bisa dibelanjakan di berbagai toko besar di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Revitalisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jepang, Toshimitsu Motegi mempersilakan orang tua membeli kupon belanja sebelum 30 September 2019 untuk mengirit pengeluaran.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) Jepang dari 8 persen menjadi 10 persen per 1 Oktober 2019 mendatang.

"Bagi orang tua yang anaknya lahir antara 2 April 2016 sampai dengan 30 September 2019 dipersilakan membeli Kupon Belanja Premium untuk membantu perkembangan anak yang bersangkutan," ungkap Menteri Toshimitsu Motegi di sidang parlemen Jepang, Senin (18/3/2019).

Guna meningkatkan bantuan pemerintah bagi pengasuhan anak yang lahir antara 2 April 2016 hingga 30 September 2019, masih diperkenankan membeli kupon belanda premium sebagai kebijakan membantu rumah tangga dengan anak yang lahir di Jepang.

Baca: PM Shinzo Abe Berharap Revisi Pasal 9 UUD Jepang Semakin Memantapkan SDF

"Kupon Belanja Premium" dijual kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan rumah tangga yang membesarkan anak bersama sebagai antisipasi kenaikan PPN mulai 1 Oktober 2019 menjadi 10 persen.

Kupon belanja Premium itu dapat dibeli oleh rumah tangga dengan anak-anak yang lahir sampai dengan 30 September 2019, dengan harga khusus.

Kupon belanja dijual seharga 4.000 yen untuk satu set yang bernilai nominal 5.000 yen.

Tiap orang maksimum dapat membeli hingga 25.000 yen. Itu artinya kita hanya membayar 20.000 yen saja untuk kupon 25.000 yen tersebut.

Sedangkan belanja bisa sebesar 25.000 yen.

Apabila belanjaan kita misalnya mencapai 30.000 yen, maka kekurangan yang 5000 yen dapat berupa uang tunai kita berikan tambahan ke toko yang bersangkutan.

Kupon belanja itu karena diterbitkan pemerintah (daerah) dapat dipakai untuk belanja di banyak tenpat di Jepang, termasuk bisa dipakai untuk membayar taksi, di konbini (convenient stores) dan berbagai toko yang ada di Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved