Diungkap Menteri Jepang, Kecurigaan Masyarakat Singapura Terhadap Pengoperasian Judi

Anggota parlemen dari Partai Komei, Taisaku Hiraki, mempertanyakan kesiapan pemerintah mengenai persiapan peraturan pembukaan lokasi judi di Jepang.

Diungkap Menteri Jepang, Kecurigaan Masyarakat Singapura Terhadap Pengoperasian Judi
Manila Shimbun
Mitsuhiro Miyakoshi, Menteri Promosi Masyarakat dan Reformasi Adninistrasi khususnya pegawai negeri sipil, keselamatan dan konsumen, kebijakan laut dan antisipasi penurunan kelahiran. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pada akhir tahun 2019 ini pengoperasian judi resmi pertama kali dilakukan di Jepang.

Anggota parlemen dari Partai Komei, Taisaku Hiraki, mempertanyakan kesiapan pemerintah mengenai persiapan peraturan pembukaan lokasi judi di Jepang.

"Jangan sampai meresahkan masyarakat dengan keberadaan judi, perlu antisipasi yang baik," ungkap Taisaku Hiraki di sidang parlemen Jepang, Senin (25/3/2019).

Untuk itu Mitsuhiro Miyakoshi, Menteri Promosi Masyarakat dan Reformasi Adninistrasi khususnya pegawai negeri sipil, keselamatan dan konsumen, kebijakan laut dan antisipasi penurunan kelahiran, menjawab bahwa perlu pengamanan rangkap bagi kunjungan masyarakat ke tempat judi agar memang aman dan dapat dipercaya masyarakat.

"Kita lihat tempat judi yang dibuka Singapura beberapa tahun lalu. Setelah dibuka dibuat survei ternyata sekitar 4,9 persen masyarakat Singapura merasa curiga belumlah cukup pengamanan dilakukan pihak operator judi atas seleksi kunjungan masyarakat ke dalam lokasi judi," kata Mitsuhiro Miyakoshi.

Baca: Dua Pelaku Pemerkosaan Anak Dicambuk Total 274 Kali

Namun setelah peningkatan keamanan dan pengetatan dilakukan dua rangkap dan dilakukan kembali survei tahun 2017, kecurigaan masyarakat hanya menjadi 0,9 persen saja.

"Ini artinya umumnya percaya pemerintah Singapura telah melakukan langkah-langkah pencegahan yang baik agar lokasi judi tidak merusak moral masyarakat sekitarnya, tambah Menteri Mitsuhiro Miyakoshi.

Untuk itu Hiraki pun mengusulkan agar penggunaan teknologi canggih juga diterapkan pada lokasi judi tersebut.

"Misalnya bagi yang masuk ke lokasi judi dideteksi pula mata mereka sehingga terekam jejak kedatangannya dengan baik masuk ke database," ungkap Hiraki.

Hal tersebut dimaksudkan jangan sampai tidak lolos dari pintu masuk satu, tetapi kemudian dia bisa masuk dari pintu masuk yang lain.

"Tidak ada artinya kalau bisa lolos begitu. Namun dengan deteksi mata dia tak akan bisa lolos masuk dari pintu mana pun ke lokasi judi tersebut," kata Hiraki.

"Demikian dengan teknologi artifisial inteligence (AI) melalui kamera dipasangi di beberapa tempat di dalam ruangan judi bisa diketahui kelakuan seseorang sebelum dia melakukan kejahatan, sehingga pengamanan benar-benar dapat terjaga dengan baik," ungkap Hiraki.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved