Pertama Kali Bank Jepang Berikan Pinjaman Rupiah Senilai Modal Usahanya, 30 Juta Dolar AS

Pertama kalinya, Bank Shizuoka, memberikan pinjaman dalam bentuk rupiah kepada PT Univance Indonesia sekitar 30 juta dolar AS.

Pertama Kali Bank Jepang Berikan Pinjaman Rupiah Senilai Modal Usahanya, 30 Juta Dolar AS
Foto Situs PT Univance Indonesia
Pabrik PT Univance Indonesia di Purwakarta Jawa Barat 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertama kali sebuah bank Jepang yang tak punya kantor cabang operasional di Indonesia, Bank Shizuoka, memberikan pinjaman dalam bentuk rupiah kepada PT Univance Indonesia sekitar 30 juta dolar AS.

"Bank kerja sama internasional Jepang (JBIC) bekerjasama dengan Bank Shizuoka, menghadapi PT Bank CIMB Niaga Tbk yang memasok pinjaman rupiah kepada perusahaan tersebut," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (25/3/2019).

Perjanjian tentang kerangka kerja swap mata uang yang disediakan oleh JBIC (total jaminan pokok 30 juta dolar AS) dan kontrak individu di bawah kerangka kerja sama disepakati 22 Maret lalu.

Dalam hal ini, JBIC akan menjamin Bank Shizuoka bahwa CIMB Niaga, yang merupakan mitra dari transaksi pertukaran mata uang, akan membatalkan transaksi pertukaran sebelum waktunya, dan JBIC akan memastikan bahwa dana rupiah akan dijamin oleh Bank Shizuoka.

"Hal ini memungkinkan perusahaan Jepang untuk mengumpulkan dana dalam rupiah. Untuk kontrak individu, khususnya bagi jaminan pinjaman ke PT Univance Indonesia tersebut," ungkapnya.

Baca: Tahun 2020 Target Ekspor Beras Jepang 100 Ribu Ton

Dana yang diperlukan untuk pembuatan dan penjualan suku cadang otomotif di Jawa Barat, Indonesia.

Perusahaan ini didirikan Maret 1996 dengan modal 30,8 juta dolar AS.

Sahamnya dari kantor pusatnya Univance sebesar 97,1 persen dan sisanya saham dari PT Indomobil Sukses Int.

Karyawannya per Maret 2017 sebanyak 283 orang dengan presiden Norihiko Takao. Berlokasi di Bungursari - Purwakarta, Jawa Barat.

"Indonesia sangat termotivasi oleh perusahaan-perusahaan Jepang lokal untuk berinvestasi dalam modal di tengah pertumbuhan ekonomi yang stabil dan ukuran pasar yang besar. Selain itu, seiring dengan kewajiban penggunaan rupiah dalam penyelesaian dana domestik, dana jangka panjang rupiah dari perusahaan Jepang kebutuhan terus bertambah," kata dia.

Sebagai lembaga keuangan publik Jepang, JBIC memang menyediakan berbagai instrumen keuangan kepada lembaga keuangan luar negeri, termasuk jaminan proyek dan fungsi pengambilan risiko.

"JBIC akan mendukung pengembangan bisnis dari aspek keuangan," ujarnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved