Kemendikbud Jepang Sidak Tokyo Fukushi Daigaku terkait Kaburnya 700 Siswa Asing

Petugas Kementerian Pendidikan Kebudayaan Sains dan Teknologi Jepang sidak Tokyo Fukushi Daigaku terkait kaburnya 700 siswa asing.

Kemendikbud Jepang Sidak Tokyo Fukushi Daigaku terkait Kaburnya 700 Siswa Asing
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Pendidikan Jepang, Masahiko Shibayama. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tokyo Fukushi Daigaku (Universitas Kesejahteraan Sosial Tokyo), sebuah universitas di Kitaku, Jepang, diinspeksi mendadak oleh puluhan petugas Kementerian Pendidikan Kebudayaan Sains dan Teknologi Jepang, Selasa (26/3/2019).

Pasalnya sebanyak 700 siswa asing di universitas ini terutama dari Nepal dan Vietnam kabur dan menjadi penduduk ilegal di Jepang.

"Hari ini memang dilakukan inspeksi mendadak ke sekolah tersebut untuk mengetahui lebih lanjut situasi yang sebenarnya di sana," ungkap Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Sains Teknologi Jepang, Masahiko Shibayama, Selasa (26/3/2019).

Inspeksi mendadak itu untuk mengusut tuntas proses kaburnya 700 murid asing di universitas tersebut.

"Memasukkan mereka ke arah penelitian sedangkan bahasa Jepang-nya saja tidak mampu merupakan hal yang disayangkan," tambah menteri.

Para siswa asing dari Vietnam dan Nepal kabur dan menjadi tenaga kerja ilegal di Jepang, umumnya tidak bisa bahasa Jepang meski yang sederhana sekali pun.

Mereka masuk sekolah bahasa Jepang di universitas tersebut lalu dipindahkan ke lembaga penelitian yang membuat banyak staf sekolah juga kaget.

Baca: Sang Istri Tak Menyangka Wahyu Jayadi Malam Itu Tidak Pulang karena Habis Membunuh Siti Zulaika

"Masuk ke lembaga penelitian kok bisa gampang sekali, sementara bahasa Jepang saja tidak becus, membaca hiragana saja tidak bisa mereka," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (26/3/2019).

Pihak universitas akan bekerjasama dengan petugas kementerian yang melakukan inspeksi mendadak tersebut dan mengakui terjadinya hal-hal yang sebenarnya tak perlu terjadi.

Selama tiga tahun terakhir ini pengumpulan sekitar 5.000 siswa asing ke universitas tersebut memberikan keuangan bagi universitas tersebut sedikitnya 1,2 miliar yen.

Banyak dari mereka kemudian kabur dan bekerja menjadi pekerja ilegal di Jepang.

Sementara warga Indonesia yang menjadi ilegal di Jepang saat ini berjumlah 2.724 orang, kebanyakan masuk dengan visa turis dan tidak kembali ke Indonesia, karena memang sudah menargetkan untuk bekerja di Jepang walaupun ilegal.

Diskusi mengenai tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang dapat diikuti gratis di facebook Kerja di Jepang (https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/).

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved