BBC

Roket dari Gaza hantam rumah di Israel, PM Benjamin Netanyahu persingkat kunjungan di AS

Tujuh orang, termasuk balita, mengalami luka ketika roket menghantam rumah warga Israel dalam aksi yang dituduh dilakukan oleh kelompok Hamas

Tujuh orang mengalami luka setelah roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza menghantam rumah milik keluarga Israel-Inggris di Israel tengah pada Senin pagi (25/03).

Roket mendarat di komunitas Mishmeret, 20 km ke arah utara dari kota Tel Aviv. Jangkauan roket dari Palestina itu tercatat yang paling jauh masuk ke wilayah Israel sejak konflik tahun 2014 dengan kelompok militan di Gaza.

Melihat perkembangan tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mempersingkat kunjungannya di Amerika Serikat dan berjanji untuk membalas serangan.

"Terjadi serangan kriminal terhadap Negara Israel, dan kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh," tegas Netanyahu.

Pernyataan perdana menteri disampaikan di tengah tuduhan dari kubu lawan menjelang pemilihan bahwa Netanyahu menunjukkan kelemahan dalam menghadapi ancaman keamanan.

Namun sejauh ini tidak ada pihak yang mengaku meluncurkan roket.

Militer Israel menuduh kelompok militan Hamas, yang menguasai Gaza, sebagai pelaku tetapi seorang pejabat Hamas mengatakan pihaknya "tidak mempunyai kepentingan" untuk melakukannya.

Bagaimana serangan terjadi?

Militer Israel mengatakan roket yang menghantam rumah di Mishmeret tersebut diluncurkan dari Rafah, Jalur Gaza selatan, yang berjarak sekitar 120 km dari lokasi jatuhnya roket.

Ledakan yang ditimbulkan oleh roket menghancurkan rumah dan membuatnya terbakar.

Layanan ambulans Israel, Magen David Adom, mengatakan telah merawat dua perempuan yang mengalami luka sedang dan lima orang lainnya, termasuk seorang bayi, bocah laki-laki berusia tiga tahun dan seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang mengalami luka ringan.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved