BBC

Sisihkan 80% gajinya untuk murid, guru IPA di Afrika jadi 'guru terbaik sedunia' dan dapat hadiah Rp14,2 miliar

Seorang guru ilmu pengetahuan alam dari pelosok Kenya meraih predikat 'guru terbaik sedunia' sekaligus mendapat hadiah uang sebesar US$1 juta

Seorang guru ilmu pengetahuan alam dari pelosok Kenya meraih predikat 'guru terbaik sedunia' sekaligus mendapat hadiah uang sebesar US$1 juta atau setara dengan Rp14,2 miliar.

Peter Tabichi, seorang bruder Katolik dari ordo Fransiskan, memenangi 2019 Global Teacher Prize dengan pujian lantaran kerap merelakan 80% gajinya untuk menyokong murid tak mampu di Keriko Mixed Day Secondary School di Desa Pwani, Nakuru.

Dalam kondisi mengajar di kelas yang kelebihan murid dan buku teks yang terbatas, Tabichi bertekad anak-anak muridnya melihat bahwa "sains adalah jalan" menuju masa depan mereka.

"Ini bukan melulu soal uang," kata Bruder Peter, yang hampir semua siswanya berasal dari keluarga tak mampu dan sebagian besar yatim atau piatu.

Saat menyampaikan kata sambutan dalam acara penghargaan di Dubai, dia menyanjung potensi anak-anak Afrika.

"Sebagai guru di garis depan, saya telah melihat potensi anak-anak muda ini—keingintahuan mereka, bakat mereka, inteligensi mereka, keyakinan mereka.

"Kaum muda Afrika tidak lagi dikekang oleh ekspektasi rendah. Afrika akan memproduksi ilmuwan, insinyur, pengusaha yang namanya suatu saat terkenal di seluruh penjuru dunia. Dan para perempuan akan memainkan peranan besar dalam kisah ini," papar pria berusia 36 tahun itu.

Peter Tabichi memenangi penghargaan yang diselenggarakan Varkey Foundation ini setelah mengalahkan 10.000 kandidat lain dari 179 negara.

kenya
Getty Images
Sebagian besar murid harus berjalan lebih dari enam kilometer untuk mencapai sekolah di Lembah Rift, Kenya.

Keseharian penuh tantangan

Sehari-hari, menurut Bruder Peter, "banyak tantangan muncul seiring dengan kurangnya fasilitas", termasuk terbatasnya buku atau guru.

Setiap kelas sejatinya diisi 35 sampai 40 murid. Nyatanya, satu kelas berisi 70 hingga 80 siswa dan banyak dari mereka harus berjalan lebih dari enam kilometer untuk mencapai sekolah.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved