BBC

Pasca serangan di gereja dan hotel, Sri Lanka berlakukan jam malam

Pemerintah Sri Lanka menerapkan jam malam menyusul serangan bom terkoordinasi di sejumlah gereja dan hotel yang menyebabkan sedikitnya 207 orang

Pemerintah Sri Lanka menerapkan jam malam di seluruh negeri hingga waktu yang tidak ditentukan menyusul serangan terkoordinasi di sejumlah gereja dan hotel pada Minggu (21/04).

Hingga kini sedikitnya 207 orang meninggal dunia dan 450 lainnya mengalami luka dalam serangan bertepatan dengan perayaan Paskah itu.

Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardane mengatakan larangan keluar pada malam hari diberlakukan "hingga pemberitahuan lebih lanjut".

"Kami akan menempuh segala tindakan yang diperlukan untuk melawan kelompok ekstrem yang beroperasi di negara kami," tegasnya.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa itu. Kementerian Pertahanan mengatakan serangan kemungkinan dilakukan oleh satu kelompok, tanpa merinci kelompok yang disebut.

Selain memberlakukan jam malam, pihak berwenang juga memblokir sementara akses ke media sosial sebagai langkah mencegah berbagai spekulasi atau informasi menyesatkan terkait serangan tersebut.

'Tidak ada informasi WNI yang menjadi korban'

Di antara 207 orang yang meninggal terdapat 27 warga negara asing. Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan seorang warga negaranya meninggal dunia. Adapun kantor berita Turki Anadolu melaporkan dua warga negara Turki juga turut menjadi korban meninggal dunia.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataannya pada Minggu (21/04) mengatakan, "Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut."

Menurut Kemenlu RI, terdapat sekitar 374 WNI di Sri Lanka, termasuk sekitar 140 orang di antaranya berada di Kolombo.

Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, Kemenlu menyarankan agar mereka menghubungi nomor hotline KBRI Kolombo +94772773127, akan tetapi sambungan telepon gagal masuk ketika BBC News Indonesia mencoba menghubungi nomor tersebut beberapa kali.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved