BBC

Tujuh fakta mengejutkan tanaman tangguh, dari yang suka api sampai bisa hidup di Mars

Tanaman bisa sangat tangguh - dan dalam menghadapi krisis iklim, ilmuwan berupaya menemukan penyebabnya. Pertanian dan pasokan makanan masa

Beberapa tanaman sangat tangguh bahkan bisa tetap hidup walau tanpa oksigen atau dalam suhu ekstrem.

Tanaman-tanaman tangguh ini telah menarik minat para ilmuwan untuk mengeksplorasi kemungkinan penyediaan makanan dari kemampuan tanaman-tanaman itu beradaptasi dengan berbagai perubahan kondisi seiring krisis iklim.

Apa yang membuat satu tanaman lebih tangguh daripada yang lain?

Ahli botani dan presenter BBC James Wong mencoba mencari tahu, dan ia menemukan fakta-fakta aneh dan mengejutkan tentang beberapa tanaman paling tangguh di planet Bumi.

1. Tanaman purba yang bisa tumbuh di planet Mars

Lumut kuning di bebatuan
Getty Images
Apakah lumut ini bisa berjaya di planet Mars?

Ilmuwan di Jerman berhasil mengidentifikasi dua jenis tanaman yang cukup tangguh untuk bertahan hidup di planet Mars.

Pilihan mereka adalah lichens (sejenis lumut) dan cyanobacteria (bakteri yang bisa melakukan fotosintetis) yang diambil dari Swiss dan Antartika. Keduanya dianggap cukup tangguh untuk menjadi spesies yang mampu mengolonisasi Bumi.

Para ilmuwan membuat tiruan Mars, termasuk radiasi matahari yang membakar, temperatur yang naik turun, kekeringan ekstrem dan tekanan udara rendah, untuk menguji apakah tanaman-tanaman purba ini bisa hidup.

Hasilnya? Spesies tanaman ini tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga sukses menjalankan fotosintesisnya dan kegiatan rutin sebagai tanaman.

2. Kloning merupakan kunci kehidupan yang panjang

Hutan di pegunungan Alpen
Getty Images
Berapa usia pohon-pohon di pegunungan Alpen ini?

Pohon yang diduga paling lama hidup adalah pohon pinus bristlecone dari California timur, yang pada tahun 2012 usianya diperkirakan 5.062 tahun.

Namun untuk mencapai usia lanjut, beberapa pohon memiliki taktik yang cukup cerdik: melakukan kloning.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved