BBC

AS perintahkan staf kedutaan tinggalkan Irak di tengah ketegangan dengan Iran

Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan semua staf mereka di kedutaan di Baghdad dan konsulat di Erbil untuk pulang ke AS, di tengah meningkatnya

Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan semua staf mereka di kedutaan di Baghdad dan konsulat di Erbil untuk pulang ke AS, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan Iran, negara tetangga Irak.

Kecuali mereka yang benar-benar diperlukan untuk kepentingan darurat, semua staf harus meninggalkan Irak secepat mungkin dengan penerbangan komersial.

Sementara itu, tentara Jerman dan Belanda telah menangguhkan operasi latihan militer bersama di Irak karena ketegangan di kawasan ini.

Militer AS mengatakan pada Selasa bahwa tingkat ancaman di Timur Tengah meningkat setelah ada laporan intelijen tentang pasukan yang didukung Iran di wilayah tersebut.

Sikap yang ditunjukkan pemerintah AS ini bertentangan pernyataan seorang perwira Inggris yang mengatakan "tidak ada ancaman yang meningkat".

Chris Ghika, wakil komandan pasukan koalisi global dalam memerangi kelompok Negara Islam atau ISIS, mengatakan kepada wartawan bahwa upaya yang dilakukan untuk melindungi pasukan AS dan sekutunya dari ancaman milisi yang didukung Iran di Irak dan Suriah "sepenuhnya memuaskan".

Sementara itu, Presiden Donald Trump dalam cuitan Twitternya menepis isu adanya pertikaian di Gedung Putih perihal "kebijakan kuat di Timur Tengah", dengan menambahkan: "Saya yakin Iran menginginkan adanya pembicaraan secepatnya."

Mengapa staf AS harus dipulangkan?

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan: "Memastikan keselamatan personil dan warga negara AS adalah prioritas utama kami dan kami yakin dengan (kemampuan) kemampunan pasukan keamanan Irak untuk melindungi kami."

para militer di Irak
AFP
AS melihat ribuan pasukan para militer Syiah yang didukung Iran merupakan ancaman.

Namun demikian, "Ancaman ini serius dan kami ingin mengurangi risiko bahaya."

Komando Pusat militer AS juga berbicara tentang "adanya ancaman yang sudah teridentifikasi seperti yang dilaporkan intelijen AS dan sekutunya". Pernyataan ini disampaikan secara terbuka sekaligus membantah pernyataan Jenderal Ghika.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved