BBC

Apakah AS akan berperang dengan Iran?

Di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, muncul dugaan bahwa kedua negara akan terlibat peperangan. Seberapa nyata dugaan tersebut?

Ada dua narasi yang bertentangan.

Narasi pertama, yang diusung pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Iran punya tujuan buruk.

Negara itu disebut-sebut terlihat berpotensi melancarkan serangan terhadap AS, meskipun hanya segelintir rincian yang diungkap ke publik.

AS pun menanggapinya dengan mengerahkan kekuatan militer ke wilayah sekitar Iran, menarik staf diplomat dari Irak, dan dilaporkan menyusun rencana perang.

Pesan ke Teheran jelas. Setiap serangan terhadap target AS dari sumber manapun—apakah Iran atau kelompok dukungannya atau sekutunya di kawasan Timur Tengah—akan direspons dengan aksi militer secara signifikan.

Iran
EPA
Iran mengatakan pemerintahan Trump memainkan "permainan yang sangat berbahaya".

Narasi kedua adalah menyalahkan Washington DC atas timbulnya krisis ini.

Narasi ini diusung Iran, dan juga oleh para pengritik kebijakan pemerintahan Trump di AS.

Sampai batas tertentu, pendekatan ini pun disuarakan sejumlah sekutu AS di Eropa.

Menurut narasi ini, beberapa sosok di tubuh pemerintahan Trump, seperti Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, melihat ada peluang.

Tujuan individu-individu ini, berdasarkan narasi ini, adalah perubahan rezim di Iran. Dan jika tekanan ekonomi tidak berhasil, maka mereka meyakini aksi militer tidak boleh dikesampingkan dalam kondisi yang pas.

Iran
AFP
Rangkaian sanksi AS menyebabkan ekonomi Iran terpuruk.
Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved