Kenapa Orang Bisa Kerdil?

Minggu, 10 Oktober 2010 20:01 WIB

Pertumbuhan dipengaruhi  sejumlah faktor namun yang akan dibahas secara spesifik kali ini adalah gangguan pertumbuhan akibat gangguan fungsi hormonal dalam tubuh.

Pertumbuhan saat di dalam kandungan maupun setelah lahir dipengaruhi oleh berbagai kadar hormon dalam tubuh. Bila terjadi kekurangan dalam produksi hormon akan terjadi penurunan proses tumbuh sedangkan bila terlalu banyak akan terjadi kelebihan proses tumbuh.

Hormon diproduksi oleh kelenjar-kelenjar tertentu dalam tubuh yang produksinya tergantung dari rangsangan system di atasnya, fungsi dari kelenjar tersebut dan tersedianya bahan baku. Selain itu hormon dapat bekerja bila reseptor pada sel yang menerima hormon jumlahnya cukup dan sensitive terhadap rangsangan hormon.

Manusia dikatakan berperawakan pendek (kerdil) bila tinggi badan dua kali di bawah tinggi badan rerata orang-orang yang sama usia dan jenis kelaminnya.

Ada dua jenis perawakan pendek yaitu :

1. Dwarfism (cebol)
Yaitu gangguan pertumbuhan akibat gangguan pada fungsi hormon pertumbuhan / growth hormone. Gejalanya berupa badan pendek, gemuk, muka dan suara imatur (tampak seperti anak kecil), pematangan tulang yang terlambat, lipolisis (proses pemecahan lemak tubuh) yang berkurang, peningkatan kolesterol total / LDL, dan hipoglikemia.

Biasanya intelengensia / IQ tetap normal kecuali sering terkena serangan hipoglikemia berat yang berulang.Hormon pertumbuhan ini diproduksi oleh somatrotop (bagian dari sel asidofilik) yang ada di kelenjar hipofisis. Hormon ini merupakan hormon yang penting untuk pertumbuhan setelah kelahiran dan metabolisme normal karbohidrat, lemak, nitrogen serta mineral.

Hormon ini tidak bekerja secara langsung dalam mempengaruhi pertumbuhan, tetapi melalui perantaraan suatu peptida yang disebut somatomedin (IGF I dan IGF II) yang produksinya diinduksi oleh hormon pertumbuhan.

Halaman
123
Editor: OMDSMY Novemy Leo
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help