Kamis, 30 Juli 2015
Tribunnews.com

Punahnya Dua Species Hiu Bisa Dilihat di Senjata Ini

Sabtu, 6 April 2013 07:35 WIB

Punahnya Dua Species Hiu Bisa Dilihat di Senjata Ini
Kompas.com

Tribunnews.com, New York — Sebuah "kejutan" didapat seorang peneliti ketika ia melakukan kajian tentang jenis hiu yang digunakan pada senjata pembunuh tradisional yang dibuat masyarakat di Pulau Gilbert, Republik Kiribati, di Samudera Pasifik.

Dalam studinya, ia menemukan ada dua jenis hiu yang sebelumnya belum pernah tercatat dalam beragam hasil penelitian mengenai keragaman hiu di negara tersebut. Peneliti menduga, hiu-hiu tersebut telah punah sebelum ada peneliti yang datang ke sana.

Adalah Joshua Drew, seorang ichthyologist atau ahli zoologi tentang ikan di Columbia University, New York, AS, yang mendapat "kejutan" tersebut. Ia mendapat kejutan saat melakukan identifikasi jenis hiu berdasarkan bentuk dan pola gerigi pada gigi yang ditempel pada senjata keji yang masih dibuat masyarakat lokal di pulau tersebut sampai 130 tahun lalu. 

Dari 122 senjata dan koleksi gigi hiu dari Pulau Gilberts yang digunakan Drew untuk identifikasi, terungkap kalau senjata tradisional tersebut menggunakan gigi dari berbagai jenis hiu. Beberapa jenis hiu yang dimaksud antara lain hiu sirip perak (Carcharhinus albimarginatus), hiu sutra (C falciformis), Hiu samudra ujung putih (C longimanus), hiu macan (Galeocerdo cuvier), hiu biru (Prionace glauca), hiu kepala martil (Sphymidae sp), dusky shark (C obscurus), dan spot tail shark (C sorrah).

Drew terkejut karena dua jenis hiu yang terakhir disebutkan tidak pernah tercatat sebelumnya dalam berbagai hasil penelitian mengenai keragaman hiu yang pernah dilakukan di perairan Kiribati. Ia menduga kedua jenis hiu tersebut telah punah sebelum ada seorang peneliti yang datang ke Kiribati.

"Kami ternyata telah kehilangan spesies sebelum kami tahu kalau mereka ada di perairan kami," kata Drew yang dikutip oleh LiveScience pada hari Rabu (3/4/2013) kemarin. "Penemuan tersebut seolah menjadi gema dalam diriku sebagai sebuah penemuan yang pada prinsipnya sangat tragis," ujar peneliti yang melakukan kajian ini sebagai bagian dari upaya konservasi hiu di Kiribati.

Penyebab kepunahan

Halaman12
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas