Selasa, 21 April 2015
Tribunnews.com

Merger Operator Telekomunikasi untuk Efisiensi Frekuensi

Kamis, 27 Juni 2013 12:46 WIB

Merger Operator Telekomunikasi untuk Efisiensi Frekuensi
/TRIBUNNEWS/FX ISMANTO
Tantowi Yahya. Minggu (10/7/2011). (TRIBUNNEWS/FX ISMANTO)

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Desakan dari sejumlah kalangan agar operator-operator telekomunikasi melakukan merger semakin kuat.

Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya kembali menegaskan, Kementerian Komunikasi dan Informatika harus segera mempertegas kebijakan soal pemangkasan jumlah operator telekomunikasi di Indonesia, dari saat ini 10 perusahaan menjadi tiga perusahaan.

Hal itu bertujuan agar pemanfaatan frekuensi sebagai sumber daya yang terbatas, menjadi lebih optimal.

“Sekali lagi saya tegaskan, operator di Indonesia terlalu banyak. Oleh karena itu, kami mendorong operator-operator kecil bergabung ke yang besar, dengan memenuhi ketentuan-ketentuan bisnis tentu saja, demi efisiensi penggunaan frekuensi,” kata Tantowi, kepada sejumalh wartawan, di Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Melalui rilis yang dikirim ke Tribunnews, Tantowi mengatakan, belakangan ini kualitas jaringan telekomunikasi cenderung terus menurun. Hal itu, menurut dia, akibat terjadinya persaingan ketat akibat jumlah operator relatif cukup banyak.

"Jumlah operator di Indonesia tergolong banyak, padahal di sejumlah negara operator telekomunikasi itu paling cuma tiga, atau paling bayak empat perusahaan," kata Tantowi.

Dibandingkan sejumlah negara lain, jumlah operator di Indonesia jauh lebih banyak. Di China misalnya, jumlah operator hanya ada tiga, Amerika Serikat juga ada tiga operator, pun demikian dengan Australia juga tiga perusahaan.

Halaman12
Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas