Sabtu, 30 Mei 2026
Kementan
Share on

Sumur dan Pompa Air, Dua Senjata Utama Kementan Hadapi Kekeringan

Mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah daerah, Kementerian Pertanian menyiapkan pembangunan sumur dan pemberian pompa air pada petani

Tayang:
DOK. KEMENTAN
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memberikan bantuan pompa air di Bojonegoro, Jawa Timur, 24 Juni 2015 lalu. 

TRIBUNNEWS.COM – Bagi kebanyakan orang, barangkali sumur dan pompa air adalah hal yang sangat biasa. Kehadirannya sangat terasa wajar di kehidupan sehari-hari.

Air yang mengalir dari sumur dan pompa air sering digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari keperluan sehari-hari seperti mencuci, hingga keperluan yang lebih besar seperti mengairi sawah.

Namun, bagi para petani di Dusun Ngunut, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sumur dan pompa air adalah penyelamat. Dua hal itu mampu membuat ancaman kekeringan di sawah mereka dapat dicegah sejak dini.

Kementerian Pertanian memberikan bantuan pada mereka, Senin (27/7/2015) lalu melalui pembangunan sumur dangkal, sumur dalam, dan pemberian pompa air. Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan tanaman pangan yang mengalami kekeringan.

Musim kemarau tahun ini memang cukup membuat petani di sana kesulitan. Namun, berkat pembangunan sumur dan pompa air yang diberikan, para petani dapat mengatasi kekeringan tersebut dengan maksimal.

Mengingat sumur dan pompa air cukup krusial dalam mengatasi kekeringan, Mentan Amran mengatakan program itu akan menjadi prioritas.

“Itu harus menjadi prioritas sekarang untuk menyelamatkan tanaman pangan dari ancaman kekeringan. Pembangunan sumur dalam akan difokuskan di wilayah Jawa Tengah. Saya minta setiap desa yang memiliki potensi sumber mata air melimpah bisa dibangun sumur dalam,” tuturnya dalam kesempatan tesebut.

Lebih lanjut Amran mengatakan, pihaknya menilai pembangunan sumur dalam juga sangat penting untuk menunjang pencapaian kedaulatan pangan, terutama pada musim kemarau tahun ini. Atas dasar itu, ia menjanjikan bantuan dana untuk pembangunan sumur dalam.

Dinas Pertanian Jawa Tengah pun diinstruksikan Mentan Amran untuk memprioritaskan dana dekonsentrasi guna pembangunan embung, sumur dalam, sumur dangkal, dan pompa air di daerah lain yang sedang mengalami kekeringan.

Kementan berharap, dengan prioritas tersebut, semoga ancaman kekeringan tidak akan lagi menganggu produksi pertanian para petani.

Selain meresmikan operasional sumur dalam, pada kunjungannya ke Sragen itu juga Mentan mengajak petani berdialog interaktif seputar masalah yang dihadapi. Sekitar 200 tamu undangan pun hadir menyimak dialog tersebut.

Tampak di antara mereka Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah Kuspriyanti, Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah Suryo Banendro, jajaran Muspika Masaran, serta 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mengenai kekeringan sendiri, itu memang menjadi masalah klasik yang dihadapi petani Indonesia setiap tahun. Tercatat sekitar 198 ribu hektar lahan pertanian di seluruh Indonesia berpotensi mengalami kekeringan tahun ini.

Atas dasar itu, Kementan melakukan gerak cepat sebagai langkah antisipasi. Selain pembangunan sumur, bantuan pompa air juga diberikan pada para petani. Jumlah total bantuan pompa air pun cukup besar jika dilihat secara nasional, yakni 20-30 ribu unit.

Selain itu, gelontoran dana segar juga diberikan Kementan pada berbagai daerah yang membutuhkan. Salah satunya Nusa Tenggara Timur. Daerah di timur Indonesia itu mendapat Rp 11 miliar untuk pembangunan 1000 sumur dangkal di Kabupaten Timur Tengah Selatan.

Bantuan itu, menurut Amran, merupakan solusi jangka panjang pemerintah dalam mengantisipasi ancaman kekeringan. Nantinya, pembangunan sumur dilakukan dengan kedalaman 4-5 meter.

“Kita bangun sumur dangkal, karena yang paling dibutuhkan wilayah ini adalah air. Dengan kedalaman dua meter saja, air sudah ada,” ujar Mentan saat berada di NTT, Kamis (2/7/2015) lalu.

Dengan pembangunan sumur dan pemberian pompa air, Kementan berharap lahan pertanian di seluruh Indonesia dapat bebas dari ancaman kekeringan yang melanda akibat El Nino. (advertorial)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved