Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Waspadai Penyakit Akibat Panas Matahari!

Selasa, 2 Agustus 2011 13:37 WIB

Waspadai Penyakit Akibat Panas Matahari!
Yahoo! News
Erupsi matahari tahun 2006 yang terekam oleh Heliospheric Observatory (SOHO) Extreme ultraviolet Imaging Telescope (EIT).

TRIBUNNEWS.COM - Jangan anggap remeh sengatan hawa panas matahari, terutama ketika kita sedang beraktivitas di luar ruangan.

Di Amerika Serikat, setiap tahunnya 6.000 orang dilarikan ke unit gawat darurat akibat penyakit yang berkaitan dengan udara panas.

Penyakit-penyakit tersebut termasuk kelelahan akibat udara panas dan dehidrasi. Korban terbanyak adalah remaja laki-laki berusia 15-19 tahun.

Peringatan akan bahaya udara panas tersebut disampaikan oleh Centre for Disease Control (CDC) and Prevention AS. Penyakit akibat udara panas merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada pelajar sekolah dan atlet.

Menurut CDC, tanpa perawatan yang tepat, penyakit akibat hawa panas bisa memicu gagal organ, kerusakan otak, dan kematian. Walau begitu kebanyakan pasien yang dibawa ke UGD dalam penelitian terbaru ini tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Gejala-gejala penyakit hawa panas antara lain dehidrasi, mual, muntah, sakit kepala dan rasa pening.

Karena itu mereka yang sering berakivitas di luar ruangan, seperti pelatih olahraga, pekerja bangunan atau atlet disarankan untuk sering mengambil jeda dan minum cukup cairan.

Gelombang udara panas yang pernah melanda Eropa di tahun 2007 juga telah menewaskan ratusan orang. Suhu udara di beberapa negara di Eropa dilaporkan melebihi 40 derajat, bahkan ada yang mencapai tingkat tertinggi yakni 44 derajat celcius.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas