• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Lima Tahun Angka Kematian Ibu Melahirkan Tak Berubah

Selasa, 15 Mei 2012 13:47 WIB

Lima Tahun Angka Kematian Ibu Melahirkan Tak Berubah
google.image

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka 228 rupanya menjadi angka keramat untuk menunjukkan rata-rata angka kematian ibu (AKI) melahirkan. Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Kesehatan  sejak tahun 2007 hingga saat ini AKI jumlahnya tidak mengalami penambahan ataupun penurunan.

"Saya sampai bingung atau menduga salah hitung. Mengapa sejak 2007 sampai sekarang jumlah angka kematian ibu  tetap saja 228 orang per 100 ribu penduduk," kata  Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti saat membuka Workshop Nasional Pelayanan Kesehatan di Kemenkes, Selasa (15/5/2012).

Dibandingkan dengan angka kematian ibu di wilayah Asean lainnya,  angka AKI di Indonesia  3-6 kali lebih besar dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asean.

Gufron menyatakan masih tingginya angka kematian ibu disebabkan keterlambatan untuk menentukan kapan melahirkan. Biasanya terjadi di pedesaan.

Di samping itu juga terkendala masalah transport dan kini tengah diupayakan adanya saluran atau nomer khusus yang memungkinkan  ibu yang kedaan emergensi di rujuk.

"Keterlambatan lainnya adalah kesiapan rumah sakit sendiri seperti penyediaan kantong darah dan sebagainya," ungkap Gufron.

Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan, sampai tahun 2014 ini akan menurunkan jumlah menjadi
118 per 100 ribu kelahiran hidup dan 2015 akan diupayakan menjadi 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Wamenkes  juga mendorong, untuk ibu hamil melahirkan jangan sampai di rumah, tetapi minimal di klinik sehingga pelayanan menjadi maksimal.

"Saat ini angka persalinan di rumah masih tinggi 40 persen. Di singapura di klinik dilarang harus di RS.
Di malaysia dilarang dilahirkan melalui jasa dukun sementara kita masih  kerjasama. Tapi di Belanda justru persalinan di rumah di bidan. Untuk di  Indonesia jangan di rumahlah," kata Gufron.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Anita K Wardhani
0 KOMENTAR
532501 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas