Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Nggak Mau Anak Penyakitan kan? Makanya, Imunisasi Dong?

Rabu, 11 Juli 2012 20:35 WIB

Nggak Mau Anak Penyakitan kan? Makanya, Imunisasi Dong?
Istimewa
Imunisasi anak

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agustina NR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemikiran yang keliru tentang imunisasi melalui berbagai media beberapa tahun terakhir dipandang dapat mengganggu kemajuan program imunisasi di Indonesia.

Oleh sebab itu, dalam acara Simposium Imunisasi IDAI Ke-3 yang digelar 8 - 10 Juli 2012, IDAI berupaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dokter anak secara kontinyu yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Pengurus Pusat IDAI. Tahun ini IDAI mengambil tema "Continuing Professional Development" (CPD) untuk para dokter.

"Simposium kali ini dilakukan bersamaan dengan Pelatihan Vaksinologi untuk dokter anak, umum, perawat, dan bidan, diharapkan dapat membekali tenaga kesehatan dan update keilmuan yang dapat diaplikasikan pada masyarakat," jelas Ketua Penyelenggara, DR. dr. Hanifah Oswari SpA(K) dalam keterangan persnya, Senin (10/7/2012), di Jakarta.

Di sisi lain, Prof. DR. dr. Sri Rejeki S. Hadinegoro SpA(K) selaku Ketua Satgas Imunisasi mengatakan imunisasi bermanfaat dan aman bagi anak-anak. Jika anak tidak diimunisasi akan semakin banyak Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi.

"Dengan imunisasi, kematian anak 60 juta, 13 juta bisa dicegah. Semakin menular semakin tinggi cakupan imunisasinya, seperti polio dan campak," jelas Sri.

Berdasarkan data dari UNICEF, 30 - 40 ribu anak Indonesia meninggal karena serangan campak. Bahlan baru-baru ini, survei Dinas Kesehatan Jawa Timur Menunjukkan, 1.789 anak di Jawa Timur dari tahun 2005-2011, 91 anak meninggal, 40 persen belum imunisasi, 40 imunasi tidak imunisasi lengkap, 20 persen tidak jelas.

Baca artikel menarik lainnya

Penulis: Agustina Rasyida
Editor: Agung Budi Santoso

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas