Minggu, 1 Februari 2015
Tribunnews.com

Beras Mentik Wangi Susu Bisa Turunkan Kadar Gula Darah

Rabu, 15 Agustus 2012 14:33 WIB

Beras Mentik Wangi Susu Bisa Turunkan Kadar Gula Darah
TRIBUNJOGJA/SINGGIH WAHYU NUGRAHA
Beberapa petani pembudidaya beras menthik wangi susu di Sawangan, Kabupaten Magelang tengah membersihkan beras sebelum didistribusikan. Permintaan beras jenis ini meningkat jelang lebaran.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG -  Karakter beras ini empuk dan pulen serta beraroma wangi ketika ditanak. Selain itu, beras jenis ini konon juga bergizi dan berkhasiat menurunkan kadar gula darah.

Penderita diabetes mellitus ataupun hipertensi cocok mengonsumsi beras bernama mentik wangi susu ini. Hal ini karena beras mentik wangi susu merupakan benih lokal tanpa rekayasa genetik dan dibudidayakan secara organik tanpa menggunakan pestisida kimia.

Nah, saat lebaran para petani beras menthik wangi susu di kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Permintaan pasar terhadap beras organik ini memang meningkat cukup tajam jelang lebaran. Biasanya, beras ini dicari banyak konsumen untuk berzakat ataupun sebagai oleh-oleh saat pulang kampung. Beras berwarna putih susu dan sekilas mirip beras ketan ini memang termasuk hasil tani yang khas dari Sawangan.

Karena permintaan pasar yang meningkat, tak pelak para petani pembudidaya menthik wangi susu pun sudah mengalami peningkatan pesanan jauh-jauh hari. Tak jarang, stok beras yang dimiliki pun kerap habis dilempar ke pasaran sebelum lebaran tiba. Menurut Wartono, petani pembudidaya menthik wangi susu dari Dusun Piyungan, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan, mengaku sudah tidak bisa menyediakan stok beras lagi sejak pertengahan bulan Ramadhan. Hal ini karena berhari-hari sebelumnya pesanan terus mengalir setiap harinya.

"Jangankan mau nyetok, melayani pesanan setiap hari saja terkadang kurang. Makanya, kadang terpaksa menunda atau membatalkan pesanan karena persediaan beras sudah habis," terang Wartono.

Wartono menuturkan, meski mengalami peningkatan pesanan, harga beras terbilang relatif stabil sejak dua bulan lalu. Kenaikan harga sudah berlangsung sejak itu dan kini harganya melambung hingga mencapai Rp. 11 ribu per kilogramnya dari harga normal sekitar Rp. 8 ribu. Harga tersebut dikatakannya akan bertahan cukup lama dan tidak akan mengalami kenaikan lagi.

Halaman12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas