• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Beras Mentik Wangi Susu Bisa Turunkan Kadar Gula Darah

Rabu, 15 Agustus 2012 14:33 WIB
Beras Mentik Wangi Susu Bisa Turunkan Kadar Gula Darah
TRIBUNJOGJA/SINGGIH WAHYU NUGRAHA
Beberapa petani pembudidaya beras menthik wangi susu di Sawangan, Kabupaten Magelang tengah membersihkan beras sebelum didistribusikan. Permintaan beras jenis ini meningkat jelang lebaran.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG -  Karakter beras ini empuk dan pulen serta beraroma wangi ketika ditanak. Selain itu, beras jenis ini konon juga bergizi dan berkhasiat menurunkan kadar gula darah.

Penderita diabetes mellitus ataupun hipertensi cocok mengonsumsi beras bernama mentik wangi susu ini. Hal ini karena beras mentik wangi susu merupakan benih lokal tanpa rekayasa genetik dan dibudidayakan secara organik tanpa menggunakan pestisida kimia.

Nah, saat lebaran para petani beras menthik wangi susu di kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Permintaan pasar terhadap beras organik ini memang meningkat cukup tajam jelang lebaran. Biasanya, beras ini dicari banyak konsumen untuk berzakat ataupun sebagai oleh-oleh saat pulang kampung. Beras berwarna putih susu dan sekilas mirip beras ketan ini memang termasuk hasil tani yang khas dari Sawangan.
 
Karena permintaan pasar yang meningkat, tak pelak para petani pembudidaya menthik wangi susu pun sudah mengalami peningkatan pesanan jauh-jauh hari. Tak jarang, stok beras yang dimiliki pun kerap habis dilempar ke pasaran sebelum lebaran tiba. Menurut Wartono, petani pembudidaya menthik wangi susu dari Dusun Piyungan, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan, mengaku sudah tidak bisa menyediakan stok beras lagi sejak pertengahan bulan Ramadhan. Hal ini karena berhari-hari sebelumnya pesanan terus mengalir setiap harinya.
 
"Jangankan mau nyetok, melayani pesanan setiap hari saja terkadang kurang. Makanya, kadang terpaksa menunda atau membatalkan pesanan karena persediaan beras sudah habis," terang Wartono.

Wartono menuturkan, meski mengalami peningkatan pesanan, harga beras terbilang relatif stabil sejak dua bulan lalu. Kenaikan harga sudah berlangsung sejak itu dan kini harganya melambung hingga mencapai Rp. 11 ribu per kilogramnya dari harga normal sekitar Rp. 8 ribu. Harga tersebut dikatakannya akan bertahan cukup lama dan tidak akan mengalami kenaikan lagi.
 
"Harganya sampai sekarang tidak mengalami peningkatan lagi. Berdasarkan pengalaman tahun- tahun kemarin, memang polanya seperti itu. Kemungkinan bisa sampai Lebaran juga tidak akan naik," imbuh pria yang memelopori penanaman beras secara organik di Sawangan sejak tahun 2009 itu.

Wartono yang saat ini menjadi ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Permatasari Sawangan ini mengaku dalam sehari mampu mengirim sebanyak 4 ton beras menthik wangi susu yang dipesan oleh langganannya. Pada hari-hari biasanya, Wartono mengaku hanya mengirim sekitar 3 ton saja. Tak hanya wilayah Magelang, beras-beras tersebut juga didistribusikan ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Klaten, dan banyak lainnya melalui agen distributor.
 
Wartono juga mengaku kerapkali mendapat pesanan dari para pejabat antara lain Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, dan kepala dinas di lingkungan Provinsi Jawa Tengah. Kebanyakan dari mereka memilih beras mentik wangi susu dari tempat ini karena jauh dari penggunaan bahan kimia alias ramah lingkungan atau organik. Selain itu juga karena rasanya enak dan bau harumnya.  Menurut Wartono, penampilan beras jenis ini yang putih bersih seperti susu juga menjadi daya tarik yang menggoda orang untuk membelinya.
 
Wartono dan anggotanya dalam Gapoktan  Permatasari terus berupaya memperbanyak hasil produksi padi jenis mentik wangi susu itu. Hal ini dilakukannya mengingat permintaan pasar akan beras jenis ini berkecenderungan tinggi, tidak hanya menjelang lebaran saja.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jogja
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas