Kecanggihan Alat Pembunuh Kanker

Berkat Alat Ini, Nyawa Ibu Tiga Anak Batal Melayang

Berkat alat pembunuh kanker ini, nyawa Suwarno, ibu tiga anak batal melayang.

Berkat Alat Ini, Nyawa Ibu Tiga Anak Batal Melayang - sehat.jpg
Sehatnews
Prof Dr Warsito Purwo Taruno menunjukkan alat pembunuh kanker temuannya.
Berkat Alat Ini, Nyawa Ibu Tiga Anak Batal Melayang - bra.jpg
Tempo.co
Bra untuk terapi pembunuh kanker ciptaan Prof Warsito.

Laporan Wartawan Tribunnews, Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Ini kabar gembira untuk para penderita kanker. Seorang perempuan bernama Suwarni berhasil sembuh total dari penyakit kanker payudara stadium IV yang menerpanya.

Ibu tiga anak itu bisa sembuh setelah sebulan mengenakan alat yang menyerupai pakaian dalam bagian atas wanita, ciptaan sang adik, Prof Dr Warsito Purwo Taruno.

Penyelamatan jiwa Suwarni, memang tidak lepas dari kehebatan, Warsito, adiknya. Awalnya, Warsito tergerak hati untuk berbuat sesuatu menolong kakaknya yang menderita kanker payudara. Dan lebih tragis, dokter mengdiagnosis, akibat digerogoti sel-sel kanker ganas, jika tidak ada mukjizat, nyawa Suwarni tinggal bertahan dua tahun.

Tidak mau kehilangan kakak, selamanya, Warsito memutar otak menciptakan alat pembunuh kanker yang bersarang di payudara. Bermodal penguasaan ilmu di bidang electrical capacitance volume tomography (ECVT) atau tomografi medan listrik, laki-laki 44 tahun ini membuat pemindai yang bisa mendeteksi posisi tumor atau kanker di tubuh manusia.

Alat berbasis medan listrik yang dia temukan mampu melihat dan mempetakan posisi kanker atau tumor secara jelas. Ia menggunakan lempengan logam yang berfungsi sebagai penghantar listrik yang dialiri arus dari baterai 9 volt. Alat ini bertenaga baterai yang bisa di isi ulang, atau rechargeable.

Ia melibatkan ahli kanker dari RS Dharmais Jakarta dan UGM Yogyakarta, alat diujicobakan pada kultur jaringan sel kanker. Menakjubkan. Hasilnya, sepertiga jaringan kanker mati dalam tiga hari. Posisi yang akurat terhadap posisi tumor penting agar medan listrik melintas tepat di jaringan tumor.

Proses penciptaannya sejak Februari 2010 hingga Juni 2010. Setelah melalui tahapan penyempurnaan, termasuk memasangnya pada kutang kanker, Warsito mencobakan kepada Suwarni, kakaknya.

Alat ciptaan Warsito adalah pembalut dada atau bra atau BH dilengkapi cancer electro capacitive therapy. Bra ECCT. ECCT kepanjangan dari electro capacitive cancer treatment. Penyandang gelar doktor dari Universitas Shizuoka, Jepang tahun 1997 menemukan pemindai tubuh (tomografi) berbasis listrik statis, ECVT. Bentuknya seperti rompi antipeluru setengah badan, atau kutang. Alat inilah yang yang mampu membunuh sel-sel kanker.

Sejak awal tahun 2012, Prof Dr Warsito menjadi dosen tetap di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Indonesia (UI) itu kemudian membuka Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology, Ruko Perumahan Modernland, Tanggerang, Banten. Di tempat inilah masyarakat dapat dengan mudah mengakses "keajaiban" alat ciptaan Warsito, laki-laki kelahiran Karangayar, Jawa Tengah, 16 Mei 1967.

Halaman
123
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help