Kamis, 28 Mei 2015
Tribunnews.com

Berkat Alat Ini, Nyawa Ibu Tiga Anak Batal Melayang

Senin, 19 November 2012 21:40 WIB

Berkat Alat Ini, Nyawa Ibu Tiga Anak Batal Melayang - sehat.jpg
Sehatnews
Prof Dr Warsito Purwo Taruno menunjukkan alat pembunuh kanker temuannya.
Berkat Alat Ini, Nyawa Ibu Tiga Anak Batal Melayang - bra.jpg
Tempo.co
Bra untuk terapi pembunuh kanker ciptaan Prof Warsito.

Laporan Wartawan Tribunnews, Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Ini kabar gembira untuk para penderita kanker. Seorang perempuan bernama Suwarni berhasil sembuh total dari penyakit kanker payudara stadium IV yang menerpanya.

Ibu tiga anak itu bisa sembuh setelah sebulan mengenakan alat yang menyerupai pakaian dalam bagian atas wanita, ciptaan sang adik, Prof Dr Warsito Purwo Taruno.

Penyelamatan jiwa Suwarni, memang tidak lepas dari kehebatan, Warsito, adiknya. Awalnya, Warsito tergerak hati untuk berbuat sesuatu menolong kakaknya yang menderita kanker payudara. Dan lebih tragis, dokter mengdiagnosis, akibat digerogoti sel-sel kanker ganas, jika tidak ada mukjizat, nyawa Suwarni tinggal bertahan dua tahun.

Tidak mau kehilangan kakak, selamanya, Warsito memutar otak menciptakan alat pembunuh kanker yang bersarang di payudara. Bermodal penguasaan ilmu di bidang electrical capacitance volume tomography (ECVT) atau tomografi medan listrik, laki-laki 44 tahun ini membuat pemindai yang bisa mendeteksi posisi tumor atau kanker di tubuh manusia.

Alat berbasis medan listrik yang dia temukan mampu melihat dan mempetakan posisi kanker atau tumor secara jelas. Ia menggunakan lempengan logam yang berfungsi sebagai penghantar listrik yang dialiri arus dari baterai 9 volt. Alat ini bertenaga baterai yang bisa di isi ulang, atau rechargeable.

Ia melibatkan ahli kanker dari RS Dharmais Jakarta dan UGM Yogyakarta, alat diujicobakan pada kultur jaringan sel kanker. Menakjubkan. Hasilnya, sepertiga jaringan kanker mati dalam tiga hari. Posisi yang akurat terhadap posisi tumor penting agar medan listrik melintas tepat di jaringan tumor.

Halaman123
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Agung Budi Santoso
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas