Rabu, 1 April 2015
Tribunnews.com

Saat Mual dan Muntah di Awal Kehamilan Berlebihan

Senin, 3 Desember 2012 08:01 WIB

Saat Mual dan Muntah di Awal Kehamilan Berlebihan
familinesia.com

TRIBUNNEWS.COM -  Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) sebenarnya merupakan gejala wajar yang sering dialami wanita di awal kehamilannya. Reaksi yang dalam bahasa medis disebut Hiperemesis Gravidarum (HG) itu biasanya terjadi pada trimester pertama, kurang lebih selama 10 minggu.

Apa sebenarnya , dan bagaimana hal itu bisa terjadi?Kalau dulu dokter akan langsung memberikan obat antimual, kini tidak lagi. Mual muntah yang masih wajar bisa diatasi dengan istirahat, minum jahe hangat dan coba dinikmati saja momen yang tak terlupakan itu. Biasanya gejala ini akan berkurang dengan sendirinya.

Namun mual ini menjadi tidak wajar bila mual muntah itu berlebihan. Bila dibiarkan bisa menyebabkan dehidrasi selain cadangan lemak dan karbohidrat habis terpakai untuk keperluan energi. Yang terburuk adalah terjadinya robekan selaput lendir esofagus dan lambung (sindroma Mallory-Weiss) bahkan dapat merenggut nyawa. Secara umum HG dapat dikelompokkan menjadi 3, yakni:

* Tingkatan I: Muntah terus menerus sehingga ibu terlihat lemah, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, nadi meningkat 100/menit, tekanan darah menurun, lidah mengering dan mata menjadi cekung. Gejala ini sekaligus untuk membedakan mual muntah yang masih dianggap wajar.

* Tingkatan II: Ibu terlihat lebih lemah lagi karena muntah masih terus terjadi, tensi turun, suhu tubuh kadang naik dan turun.
    
* Tingkatan III: pada kondisi ini ibu bisa sampai koma.

Beberapa hal diduga menjadi faktor penyebab HG, di antaranya:
- Kehamilan ganda: pada kehamilan ganda hormon khorinoik   gonadotropin berlebihan sehingga menyebabkan HG.

- Alergi: sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak.

Halaman12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas