• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Agar Sehat Pola Makan yang Benar Berapa Kali Sehari?

Kamis, 6 Desember 2012 08:27 WIB
Agar Sehat Pola Makan yang Benar Berapa Kali Sehari?
NET

TRIBUNNEWS.COM - Kerapkali kita dengar ungkapan seperti ini, "Makannya banyak dan berulang kali tapi kok tubuh terasa kurang sehat. Sementara mereka yang makannya jarang dan dibatasi pun tak menjamin tubuh bisa fit.

Lantas, pola makan yang sehat itu berapa kali sehari? Apa alasanya? Yuk ikuti diskusi di grup Gerakan Sadar Gizi.

Pramono Ahli Gizi dari Banjarmasin mengatakan sejumlah pakar gizi dan diet berpendapat pola makan yang paling baik adalah hanya makan 2 kali sehari. Alasannya, tipe pola makan dua kali ternyata didasarkan pada psikologi pelik tubuh manusia. Yaitu harus ada jeda dari makan pertama sebelum menyantap makanan berat lain. Jadi Anda harus menunggu perut kosong agar timbul sensasi lapar yang optimal. Biasanya, makanan tinggal di dalam perut selama enam hingga delapan jam.

Kesimpulannya, makan sehari dua kali bisa memberikan waktu bagi perut untuk lebih banyak beristirahat. Selain itu pola makan dua kali sehari dapat memberikan kesempatan pada perut untuk beristirahat selama 12 jam. Nah, sepanjang waktu inilah tubuh dapat menyimpan enzim yang ia butuhkan, memperbarui selaput lendir dan memperbaiki fungsi normal kontraksi dari sistem pencernaan"

Sementara Arif Budi Handoyo berpendapat pola makan 5-6 kali sehari terbukti lebih efektif dibandingkan dengan pola makan 3 kali sehari untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan massa otot lebih cepat.

Mengkonsumsi makanan dan makanan ringan yang kaya protein, kaya serat pangan, dan kaya nutrisi dengan pola 5-6 kali sehari setiap 2-3 jam telah terbukti menjadi cara yang paling efektif untuk memperbaiki metabolisme. Tubuh kita akan menjadi semakin kuat dan tingkat energi kita tetap stabil sepanjang hari.

Ada lima manfaat utama yang dapat kita peroleh dengan mengikuti pola makan 5-6 kali sehari yaitu tbuh menjadi lebih berenergi. Dapat mengurangi rasa lapar dan kecanduan makanan. Dapat mengontrol kadar gula darah dan produksi insulin

Makan dengan pola 5 sampai 6 kali per hari ini juga diyakini dapat mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Serta dapat mempertahankan dan meningkatkan massa otot.

Rini Sjoekri seorang dokter di Banjarmasin punya pendapat berbeda lagi. Menurutnya pola makan 2 kali  sehari hanya akan menonaktifkan thyroid. Padahal thyroid yg menentukan kecepatan metabolisme, dalam hal management Berat Bada, ini berkaitan dengan kecepatan bakar lemak.

"Pernah dengar komentar, padahal saya makan sedikit lho, kok jadi daging ya (maksudnya gemuk). Nah itu dia, mengurangi frekwensi makan hanya akan me-set tubuh ke mode emergency. Langsung thyroid disetel utk mengurangi aktifitasnya. Metabolisme melambat krn pada mode emergency, tubuh akan menimbun lemak," kata Rini.

Karena itu menurut Rini untuk mengaktifkan thyroid, kita perlu makan setiap 3 jam dengan porsi kecil. Dengan cara makan sering namun dengan komposisi lengkap dengan nutrien yang berkualitas diyakini mampu membuat tubuh sehat.

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
Editor: Anita K Wardhani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1194832 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas