Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Permen Karet Cinta, Awalnya Mual Lalu Bikin Gelisah

Rabu, 6 Februari 2013 02:41 WIB

Permen Karet Cinta, Awalnya Mual Lalu Bikin Gelisah
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Petugas laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya sedang memeriksa sampel permen kareta cinta, untuk mengetahui apa saja kandungan zat di dalamnya.

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Dini, wanita yang bekerja di perusahaan kontraktor di Jakarta, kini menjadi distributor permen karet cinta.

Ia mengaku sudah melayani lebih dari 120 paket pesanan, dari berbagai kota. Ia memulai bisnis sambilan ini dalam beberapa bulan terakhir.

“Ini barang impor, masuknya dari Batam,” ujar sulung dari dua bersaudara.

Pesatnya bisnis sambilan yang dijalani, tak lepas dari komitmennya untuk menjaga kepuasan pelanggan.

“Saya selalu menanyakan detail kualitas barang yang akan saya jual, termasuk ini juga gitu. Setelah saya tanya kegunaannya, saya juga coba dulu sebelum saya tawarkan ke orang lain, biar enggak dibilang jual barang palsu!” papar wanita  asal Surabaya sambil tersenyum simpul.

Wanita berkulit putih mengungkapkan, efek luar biasa muncul ketika dia mengulum permen karet yang menawarkan aroma strawberry.

“Awalnya ada rasa mual. Tapi, sesaat setelah saya buang, sekitar 10-15 menit terasa efeknya yang membuat saya jadi gelisah,” ungkapnya, sambil menambahkan efek ‘rasa ingin’ itu terasa hingga dua jam lamanya.

Karena merasakan sendiri khasiat dari sex love itulah, Dini tak ragu untuk menawarkan permen karet peningkat libido wanita lewat broadcast BBM.

“Permen karet ini untuk pasangan suami istri. Bagi suami yang punya istri lemah keinginan berhubungan intim, ini solusinya,” beber Dini yakin.

Ia menambahkan, permen karet ini sudah banyak digunakan masyarakat di luar negeri, khususnya Arab, Cina, Mesir, Jerman, dan Prancis.

“Permen ini tak membawa dampak buruk bagi penderita diabetes. Tapi, jelas sangat berbahaya bagi pasangan yang belum menikah,” celetuknya sambil tertawa.

Dini menjual permen ini seharga Rp 750 ribu per kotak. Tiap kotak berisi 10 bungkus, yang masing-masing berisi lima permen karet. Selain menjual dalam kemasan kotak, Dini juga menjual eceran per bungkus.

“Minimal ambil tiga seharga 80 ribu, belum termasuk ongkos kirim,” ujarnya.

Dini mengaku mendapat pesanan dari konsumen yang sama sampai beberapa kali. Salah seorang di antaranya adalah pengusaha perhotelan di Jakarta. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas