• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribunnews.com

Anak Mogok Makan? Coba Ramuan Temu Hitam Ini

Rabu, 20 Maret 2013 08:25 WIB
Anak Mogok Makan? Coba Ramuan Temu Hitam Ini
net
Khasiat temu hitam atau temu ireng (Curcuma aeruginosa) sebagai perangsang nafsu makan sudah kondang sejak zaman nenek moyang.

TRIBUNEWS.COM - Ibu-ibu pasti bingung saat dihadapkan pada anak yang mengunci rapat mulutnya saat disodori makanan. Berbagai upaya pun dilakukan agar anak doyan dan tak lagi mogok makan.

Buntu tak tau harus dengan cara apalagi agar anak doyan makan? Cobalah ramuan temu hitam berikut ini.

Khasiat temu hitam atau temu ireng (Curcuma aeruginosa) sebagai perangsang nafsu makan sudah kondang sejak zaman nenek moyang. Untuk menghasilkan jamu cekok ini, diperlukan 10 g temu hitam segar, 10 g daun pepaya, 1 g daging pala, madu, atau gula aren secukupnya.

Cara membuatnya mudah. Temu ireng, daun pepaya, dan daging pala dihaluskan, lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, ditambahi madu atau gula aren. Entah kenapa ada juga yang menambahkan tempe bosok yang dihaluskan. Ramuan itu rasanya memang agak pahit. Makanya, jamu itu dicekokkan ke mulut anak setelah dibungkus kain bersih. Sari temu hitam ini diberikan pada pagi hari sebelum sarapan.

Papayotin dalam daun pepaya itu yang menimbulkan rangsangan pada dinding lambung atau merangsang keluarnya lebih banyak empedu sehingga menstimulasi kerja lambung.

Tidak seperti temu lawak atau temu kunci, temu hitam ini memang jarang terlihat di pasar. Di Jawa Barat tanaman yang biasanya sebagai tanaman sela di pekarangan ini dikenal dengan sebutan koneng hideung. Di Makasar disebut temu leteng, sedangkan orang Bugis bilang temu lotong.

Temu ireng merupakan terna dengan batang semu, tingginya bisa mencapai 2 m. Daunnya hijau dengan garis agak kecokelatan di sepanjang tulang daunnya. Tangkai bunganya keluar dari ketiak daun. Kelopak bunganya putih dengan mahkota berbentuk tabung.

Rimpang temu hitam mengandung minyak atsiri 2%, lemak, karbohidrat, damar, sedikit kurkumin, dan zat pembawa pahit. (Intisari)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Intisari
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1574541 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas