• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Enam Bahan Herbal untuk Penurun Gula Darah

Selasa, 23 April 2013 12:27 WIB
Enam Bahan Herbal untuk Penurun Gula Darah
Istimewa

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah tanaman obat memiliki efek seperti insulin dalam tubuh manusia. Tanaman tersebut menurunkan gula darah yang berlebihan pada penderita diabetes. Dipadu dengan pola makan dan olah raga, herbal ini bisa dikonsumsi sesudah makan untuk mengendalikan kadar gula darah.

Diabetes melitus belakangan ini di tanah air terus meningkat. “Salah satu sebabnya adalah mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat. Berapa banyak pun beras diproduksi di Indonesia, pasti akan habis. Seharusnya kita mengurangi karbohidrat,” ujar Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departemen Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Tanaman obat pun bisa dikonsumsi untuk membantu mengendalikan gula darah. “Obat herbal itu bekerja seperti insulin. Tanaman herbal ini bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa efek samping berarti,” imbuhnya.

“Tanaman obat itu berfungsi konstruktif, yaitu membangun kembali jaringan-jaringan yang rusak serta menyembuhkan komplikasi,” ujar Dr. Prapti Utami, dokter yang mendalami tanaman obat. Menurutnya, obat herbal bekerja menurunkan gula darah dengan mekanisme menghambat penyerapan gula berkat kadar seratnya yang tinggi.
 
Tanaman seperti pare akan bekerja memperbaiki sel beta pankreas. “Ada juga yang merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi insulin yang mengendalikan gula darah,” ujar Dr. Prapti.

Untuk diabetesi yang harus mengonsumsi obat dari dokter agar gula darahnya terkendali, perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi tanaman obat. “Perlu jarak waktu antara minum obat dan minum tanaman obat,” kata Prof. Sumali.

- Brotowali

Efek Farmakologi
Analgesik (menghilangkan rasa sakit), anti piretik (menurunkan panas)

Cara Penggunaan

6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong. Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dan sepertiga daun kumis kucing. Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua gelas. Diminum setelah makan.

- Lidah Buaya

Efek Farmakologi
Antiradang. Pencahar

Cara Penggunaan

1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya kemudian dipotong-potong. Rebus lidah buaya dengan tiga gelas air sampai menjadi satu setengah gelas. Minum 3x1,5 gelas setiap habis makan.

- Mahkotadewa

Efek Farmakologi
Antiradang, obat disentri dan obat sakit kulit dan eksim.

Cara Penggunaan
Siapkan lima hingga tujuh iris buah mahkotadewa lalu seduh dengan satu gelas air panas (200 cc). Tutup dan biarkan sebentar agar melarut dulu. Setelah itu minum secukupnya.

- Mengkudu

Efek Farmakologi
Memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.

Cara Penggunaan
Ambil dua buah mengkudu masak. Parut dan tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras dengan sepotong kain lalu diminum.

- Pare

Efek Farmakologi
Antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas untuk mengeluarkan insulin.

Cara Penggunaan
Ambil 200 gram buah pare segar. Potong-potong lalu buah tersebut bisa dijus atau direbus. Kemudian airnya diminum.

- Teh Hijau

Efek Farmakologi
Polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.  Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jurnal BMC Pharmacology tahun 2004.

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Sehat News
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1702382 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas